Holiday’s Challenge Epilogue: Gadis Pemenang 3

 


Malih merasakan lekuk-lekuk tubuh Sakura yang sempurna dengan kedua tangannya. Dari pundak ke tangan. Kemudian Malih mengelus-elus paha putih mulus Sakura dan menggerakkan tangannya mengikuti lekuk tubuh Sakura. Pinggangnya sangat ramping, kulitnya putih mulus, terasa halus, lembut dan hangat, benar-benar seperti di dalam mimpi Malih. Kedua tangan renta Malih mencengkram dua buah 'susu' Sakura yang begitu empuk dan kenyal. Enak sekali meremas-remas buntalan daging kembar Sakura.



"hhuumm....eemmmm....ummmmm....", Sakura mulai menggumam pelan. Memang beda rasanya jika merasakan goyangan wanita idamannya. Gerakan pinggul Sakura sangat mengenakkan Malih. Perlahan namun sangat mengenakkan. Goyangan Sakura lebih variatif dibandingkan Yena dan Chaewon. Dara cantik ini memang sangat lihai. Pengalaman berhubungan intim dengan banyak lelaki memang membuat Sakura jadi dewi sex. Kecantikan fisik, kesempurnaan bentuk tubuh, dan keahliannya dalam memuaskan nafsu lelaki membuat pria mana saja ketagihan bercinta dengannya.



Keduanya terlihat sangat menikmatinya. Lidah Sakura pun sedang melilit lidah Malih dengan liar. Saling pagut, saling belit. Sakura terus menggoyang. Baik Sakura maupun Malih kelihatan masih tenang. Tak ada tanda-tanda akan orgasme.

"uuuhh mmmhhh enaaakhh, Paakkhh ooohhhh", desah Sakura nakal. Keringat mulai menuruni kulit Sakura yang indah nan mulus. Kulit Sakura yang memang halus seperti membuat bulir keringat terpeleset ke bawah. Hawa ruangan sebenarnya sangat sejuk malah cenderung dingin, namun hawa tubuh Sakura yang 'panas' lah yang membuat makhluk indah itu bercucuran keringat.

"oohhh terussh noonn...", erang Malih keenakan. Sakura menggerakkan pinggulnya berputar-putar. Sungguh nikmat sekali, rasa yang dirasakan Malih. Pinggang Sakura terus dipegangi Malih. Tentu Malih tak ingin Sakura kemana-mana. Selain itu, Malih juga mengontrol gerakan pinggul Sakura dengan menarik dan mendorongnya.

"emm emmm mmm PAAAAKKKHHHH !!!!", lenguh Sakura seraya menekan vaginanya ke bawah dan tubuhnya menegang.



"hhh hhh". Sakura mendekatkan mulutnya ke telinga Malih.

"punya Bapak enak, keras banget....", bisik Sakura dengan nada suara manja menggoda. Sakura pun melepas cengkraman vaginanya terhadap penis Malih. 'senapan' Malih berkemilauan, terlihat basah. 3x disiram 'kuah' vagina yang berbeda tentu membuat alat kelamin Malih basah kuyup. Yena, Sakura, dan Chaewon pun menatap benda kokoh yang mengacung tegak di tengah selangkangan Malih itu. Masing-masing dari ketiga gadis belia itu rasanya ingin melompat ke selangkangan Malih untuk bisa merasakan 'ketangguhan' penis pria tua itu lagi. Tapi, Malih berdiri, dia memutuskan kalau dia yang harus pegang 'kendali'. Ada 3 gadis cantik di depannya yang tak mengenakan apapun. Dia dan penisnya bisa memilih siapa dulu yang akan 'diobrak-abrik'. Malih mendekap Chaewon, dia penasaran dengan gadis mungil ini.

"happhh ccuupphh cccpphhh hmmmhhh", Malih mendekap erat dan memagut nafsu bibir tipis Chaewon. Ciuman keduanya sangat bergairah, seperti kekasih yang baru bertemu lagi.



Tentu tangan Malih mulai menjelajahi tubuh Chaewon. Dielus-elusnya punggung Chaewon sebelum akhirnya kedua tangannya masing-masing menggenggam kedua bongkah pantat Chaewon, memainkannya dengan gemas. Diremas-remas, ditepuk-tepuk, dicubiti, bahkan ditampar cukup kencang oleh Malih. Karena didekap, tentu Malih bisa merasakan empuknya kedua buah daging kembar Chaewon.

Lidah Malih menyerbu rongga mulut Chaewon habis-habisan seakan mau membuat gadis imut itu mabuk air liurnya.

"hhh hhh". Chaewon tersengal-sengal. Malih sudah tak tahan, burungnya sudah ingin 'menghangatkan' diri di dalam daerah pribadi Chaewon. Malih langsung mengangkat tubuh Chaewon dan membaringkannya di lantai. Dengan nafas memburu, Malih langsung melebarkan kedua paha Chaewon.

"jlebb !!! ooouuhhhh", keduanya melenguh. Batang keras Malih langsung 'menyuntik' Chaewon tanpa aba-aba.

"pllokk plookk plookk !!!!", bunyi kencang dari selangkangan Malih dan Chaewon yang terus bertubrukkan. Malih menaruh kedua tungkai Chaewon di bahunya dan mengganaskan sodokannya.



"aahh ooohhh oohhh uuummhhhh", desahan-desahan Chaewon.



Wajah imut Chaewon terlihat begitu merangsang saat sedang keenakan seperti sekarang, tak heran kalau Malih jadi bersemangat dan melumat habis bibir Chaewon dengan sangat bernafsu. Sementara itu, Yena dan Sakura saling berpelukan. Sakura menyibak rambut Yena, begitu juga sebaliknya.

"mmm ccpphhh ccuupphhh hmmmm". Bibir 2 dara cantik itu saling menindas, bergantian saling memagut.

"cuupppp", keduanya bercumbu penuh kelembutan dan hangat namun tetap bergairah.

"ummm mmmm", suara gumaman dari keduanya. Lidah mereka saling 'berkelahi'. Tangan Yena meremas-remas kencang pantat Sakura, Sakura pun membalasnya dengan menepuk-nepuk pantat Yena.

"wuuii...liat, Sep. non Sakura sama non Yena lagi beraksi...".

"beuuhh..terus non cipok, sedot bibirnya !!!", teriak Asep. Asep dan Karjo pun nanar melihat Yena dan Sakura yang sedang bercumbu. Meskipun sudah sering disuguhi pemandangan lesbian oleh Sakura, Chaewon, dan Yena, tetap saja Asep dan Karjo tak pernah bosan melihatnya.



Sambil menikmati rasa ngilu-ngilu nikmat di kemaluan mereka yang sedang dikulum Hyewon, Asep dan Karjo pun asik memandangi 2 adegan 'panas' di depan mereka. Pertama, tentu saja Yena dan Sakura yang sedang asik melakukan lesbian kiss. Kedua, adegan Malih yang sangat bernafsu menghantamkan batang kejantanannya ke dalam vagina Chaewon. Sebuah sex party yang lengkap. Hyewon tak begitu memperhatikan Yena bercumbu dengan Sakura dan Malih yang nafsu menggenjot Chaewon, yang hanya menjadi perhatiannya adalah 2 sosis jumbo yang sedang digenggamnya sekarang. Hyewon merasa begitu enak menjilati 2 penis sekaligus. Hyewon mendekatkan kepala penis Asep dan Karjo ke mulutnya. Dia menjulurkan lidahnya yang otomatis mengenai kedua pucuk penis tersebut sekaligus.

"oohhh....non Hyewon jago...", desis Asep.

"non Hyewon biasa nyepong yaa ?", ucap Karjo melecehkan.

"hmm mmmhh", jawab Hyewon dengan menggumam. Kelihatan asik sekali Hyewon mengulum 2 kemaluan milik Asep dan Karjo, begitu menikmati setiap senti kejantanan Asep dan Karjo.





Yena menuruni lekuk tubuh Sakura dari bibirnya turun menuju ke 'kelapa' Sakura. Yena mengulum puting kiri Sakura sambil mengobel-ngobel vagina temannya itu.

"ummmmm", desah Sakura lembut. Gadis manis itu terus memanipulasi tubuh temannya. Mengenyot payudara Sakura bergantian, mengorek-ngorek vagina Sakura, dan menepuk-nepuk pantat Sakura. Tiba-tiba Yena langsung jongkok dan mulai menyerbu alat kelamin Sakura dengan lidahnya.

"aaahhh aammmhhh emmhhh teeruusshhh Yenaahhh !!", erang Sakura yang semakin memperlebar jarak kedua kakinya dan menekan kepala Yena ke vaginanya. Pria-pria tua di ruangan itu menjadi semakin 'gregetan' melihat Sakura dan Yena yang sangat hot beradegan lesbi. Akibatnya, Malih pun memperkuat sodokannya yang membuat Chaewon semakin mengerang-erang tak karuan menerima gempuran dahsyat. Sedangkan Asep dan Karjo bergantian memegangi kepala Hyewon dan menyodok-nyodokkan penisnya ke mulut Hyewon, mencekoki gadis cantik itu dengan batang keras, sampai-sampai Hyewon tersedak dan terbatuk-batuk.



"aahh aaahh aaahhhh AAAHNNNNHHHH !!!!", lenguh Chaewon sambil memeluk erat Malih. Tubuh gadis imut itu menegang. Batang keperkasaan Malih telah melakukan tugasnya dengan baik sekali. Tongkat Malih itu telah berhasil mengaduk-aduk vagina Chaewon dan 'mengantar' gadis imut itu ke puncak kenikmatan.



"hhh hhh ccpphhh". Malih mencium Chaewon sambil menikmati liang kewanitaan Chaewon yang terasa semakin hangat. Supir tua itu asik mencumbui dan menjilati wajah Chaewon yang memang menggemaskan, Chaewon pun hanya tersenyum dan tertawa kecil agak manja. Sedikit 'cooling down' bersama si gadis imut setelah menggenjotnya dengan sangat bernafsu.

"Pak, sekarang Yena dong...", colek Yena dari belakang.

"okeh !", jawab Malih sangat bersemangat.

"aahh", lirih Chaewon pelan saat penis perkasa Malih dicabut paksa oleh pemiliknya. Chaewon merasa 'hampa' setelah vaginanya tadi dibuat penuh sesak oleh penis Malih. Malih berdiri di hadapan Yena dengan 'rudal' yang berkemilauan dari kuah vagina Chaewon.



Yena langsung bersimpuh di depan Malih.

"hheemm", lidah Yena menari-nari di sekujur batang Malih. Menelusuri setiap jengkalnya. Yena bisa merasakan rasa cairan vagina Chaewon yang membasahi kejantanan Malih. Seperti sedang menjilati es krim batangan, Yena kelihatan asik sekali mengulum kemaluan pria tua itu.

"uuuhhh enaaak nonnhh", desah Malih merinding, merasa ngilu tapi nikmat luar biasa.

"ccpphh...nah udah bersih nih, Pak....", ucap Yena dengan nada manja. Yena pun berdiri dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Malih.

"ccuupphh cppphhh hhmmm", mereka berdua bercumbu penuh gairah. Tangan Malih tentu langsung mencengkram kedua bongkahan pantat Yena, menepuk-nepuknya dan meremas-remasnya dengan gemas. Untung Malih sigap saat Yena melompat secara tiba-tiba dan menangkap tubuh montok Yena. Pria tua yang kurus itu masih kuat menggendong tubuh sekal Yena. Kelihatan sensual, seorang gadis manis bertubuh sekal sedang 'nemplok' di pria tua yang kurus. Malih pun menusukkan kejantanannya ke vagina Yena.





Tubuh Yena mulai bergerak naik-turun seiring gerakan penis Malih.

"aahh aaahh ooohh". Desahan-desahan Yena terus keluar dari mulutnya. Secara teknis, tubuh Yena hanya ditopang oleh penis Malih yang menyangkut di vaginanya. Jadi, Malih berkuasa penuh atas tubuh Yena. Sakura yang tadi sedang 'tanggung', langsung mengangkangi wajah Chaewon. Kedua mahasiswi cantik itu saling menyantap vagina satu sama lain. Yena terus berguncang-guncang.

"oohh ooohhh yeeeaahhh ooohhh Paaakkhhh !!!", seru Yena. Mereka berdua bermandikan keringat. Cukup menguras tenaga posisi seperti ini. Tapi, Malih bak dewa perang, tombaknya masih kuat menusuk 'lawan'nya, staminanya pun seperti tak ada habisnya. Berhadapan dengan 3 ABG 'segar' yang cantik-cantik dan bahenol membuat Malih merasa umurnya kembali ke umur 20an. Pria tua itu sangat bertekad mempecundangi Yena, Chaewon, dan Sakura. Ingin sekali membuat 3 gadis muda yang nakal-nakal itu menerima 'akibat'nya karena berani memancing nafsunya.


Apalagi gadis manis bertubuh sekal yang sedang dikaitnya. Hyewon menurut saat Asep dan Karjo mengangkat tubuhnya. Kedua penjaga villa itu langsung menggerayangi Hyewon.



"aahh", desah Hyewon begitu manja. Dia sudah pasrah pada perlakuan Asep dan Karjo. Tubuhnya digerayangi penuh nafsu oleh 2 pria tua mesum itu.

"non Hyewon, udah siap kan kita sodok ? hehehe", bisik Karjo cabul.

"hm mh", jawab Hyewon mengangguk pelan. Asep langsung 'mengangkut' tubuh Hyewon dan membaringkannya di karpet. Hyewon menekuk kedua kakinya dan melebarkan pahanya seakan memang sengaja memperlihatkan selangkangannya dan memberikan pemandangan indah untuk Asep dan Karjo. Mereka berdua yang sudah lama ingin menggasak alat kelamin Hyewon dari dulu, berebutan.

"gue dulu !".

"kagak ah, gue duluan !!".

"enak aje lo ! kan gue yang tadi ngomong ke Malih !!!". Mendengar namanya disebut, Malih pun jadi memperhatikan. Dan di sana dia melihat majikannya yang cantik yang biasa disenggamainya sedang terlentang pasrah dengan selangkangan terbuka lebar dan ada 2 pria yang berebutan ingin menyodoknya duluan.



Pemandangan yang memberi 'bensin' pada api birahi Malih sehingga Malih semakin bernafsu 'mengguncang' Yena.

"suit ajaahh....", usul Hyewon pelan dan sedikit malu. Hyewon belum pernah merasa malu seperti ini. Biasanya kan hanya ada tongkat Malih yang mengaduk-aduk vaginanya, tapi kini ada 2 burung yang tak mau saling mengalah untuk 'bersangkar' di dalam kemaluannya. Dan lebih malu lagi, Hyewon merasa sarannya itu menunjukkan kalau dia sudah tak sabar ingin disenggamai.

"oh iye, non Hyewon bener juga..".

"ayook suit !".

"tuh kan, emang harus gue duluan".

"gak ada, baru menang 1 kali lo, harus 3 kali...".

"ayook, kagak takut gue !". Asep pun keluar sebagai pemenang.

"nah, gue yang duluan ! hahaha !!", seru Asep merasa menang. Karjo hanya bisa ngedumel saja. Dengan senyuman licik, Asep mengambil posisi.

"non Hyewon, memeknya Mang Asep sodok ya..hehehe !!!", ujar Asep porno. Meski biasa menyetubuhi ABG-ABG cantik seperti Sakura, Yena, dan Chaewon, tetap saja Asep sangat bernafsu ingin mencicipi 'surga' milik Hyewon.



Satu-satunya surga dunia di antara keempat gadis itu yang tak pernah didatangi Asep dan Karjo. Tapi, Asep mau bermain-main dulu dengan si gadis cantik yang sudah terlentang pasrah di depannya ini.

"tuk tuk tuk", Asep memukul-mukulkan penisnya ke belahan bibir vagina dan mengenai klitorisnya, Hyewon mendesah kecil dan tubuhnya berkedut setiap 'miss' Vnya terkena 'sabetan' penis Asep. Apalagi ditambah 'siksaan' Asep yang lain yaitu sengaja menggesek-gesekkan penisnya ke belahan vagina Hyewon yang tentu membuat ABG cantik itu benar-benar 'frustasi', terangsang tanpa ada penetrasi pada kemaluannya.

"pleeaaaseee Maaangghhh !!! masukkiiiinnn !!!!!", pinta Hyewon mengerang kencang, agak berteriak. Dia sudah menjadi 'gila'.

"memek non Hyewon udah gatel yaa ?", leceh Asep yang terus menggesek-gesekkan penisnya ke bibir vagina Hyewon.

"iyaaahh Maangghhh !! cepeethh masukiinhh !!!", sedikit nada kesal dan frustasi terdeteksi di ucapan Hyewon.


Karjo

Asep memang suka sekali 'bermain' dengan lawan mainnya. Dia suka melihat ekspresi wajah wanita yang sudah sangat terangsang namun kesal karena tak segera mendapat 'sodokan'. Tak jarang Sakura sering dibuat menangis oleh Asep. Menangis karena frustasi. Bayangkan saja, Sakura yang memang tinggi libidonya, saat tengah sudah sangat terangsang, namun Asep malah hanya menggesekkan-gesekkan penisnya ke kemaluan Sakura dan penetrasi 'bohongan' untuk memainkan birahi Sakura. Bagi Asep, wajah terangsang namun kesal dari seorang wanita cantik sungguh sangat merangsang.

"siap-siap Mang Asep njush yaa, non. hehehe....".

"hemmmmmmhhhhh.....", gumam Hyewon yang refleks mengulum bibirnya saat merasakan penetrasi pada alat kelaminnya. Hyewon bisa merasakan setiap senti dari benda tumpul yang menerobos masuk kian dalam ke 'terowongan cinta' miliknya.

"aahhhh....", desahan lega dari mulut Hyewon. Entah karena akhirnya dia merasakan 'tusukan' pada vaginanya atau karena merasa vaginanya penuh oleh penis Asep yang sudah tertanam seutuhnya.

"haahh haahh".



"oohh mantepphh !!", lenguh Asep yang kelihatan begitu menikmati kehangatan dan cengkraman erat dari dinding vagina Hyewon pada batang penisnya. Kedua kaki Hyewon langsung melingkar erat di pinggang Asep. Penis penjaga villa itu menancap kokoh di alat kelamin Hyewon, mengait tubuh montok si dara cantik lewat vaginanya.

"emm mmmmhhh", gumam Hyewon, klitorisnya sedang diusap-usap Asep. Hyewon menggeliat-geliat sexy menikmati sensasi usapan pada klitorisnya. Puas bermain-main dengan klitoris Hyewon, Asep mengelus-elus perut, pinggang, dan paha bidadari yang sudah ia 'kait' itu, seperti sedang mengagumi betapa indah, mulus, dan montoknya tubuh Hyewon.

"ummmhhh aaahh aahh aahh ooohhh oohhh", desahan-desahan Hyewon mulai mengalun indah. Vaginanya mulai digasak si penjaga villa bangkotan.

"ookhhh enaakhhh maantaabbhhh !!", erang Asep semakin 'serius' memompa vagina Hyewon.

"aahhh aahh emmmhhh uummhh ooohhhh", tubuh Hyewon terdorong dan tertarik sesuai gerakan maju-mundur penis Asep.





Bulir-bulir keringat semakin membasahi wajah dan tubuh Hyewon. Dia kelihatan begitu keenakan, menikmati tusukan demi tusukan penis Asep pada liang vaginanya. Namun, meskipun merasa keenakan, Hyewon agak merasa 'kurang'. Meski kejantanan Asep tak jauh berbeda dengan penis Malih dalam hal besar dan panjang, namun karena setiap hari vagina Hyewon selalu 'diobrak-abrik' oleh batang keperkasaan Malih yang memang sangat keras dan kokoh, genjotan Asep tak terlalu membuat Hyewon 'mabuk kepayang'. Tapi, tetap saja, seperti wanita yang sedang digauli pada umumnya, Hyewon merasa nikmat luar biasa.

"cccpphh ccuupphhh", sambil terus menggenjot, Asep pun mencumbu bibir Hyewon, melumat bibir lembut Hyewon dengan ganas. Asep benar-benar sangat bernafsu. Akhirnya dia bisa 'mementungi' kemaluan sahabat baik majikannya yang selama ini diimpikannya. Tubuh Hyewon memang benar-benar putih mulus dan sangat padat berisi, memang menggiurkan, tak heran kalau Asep dan Karjo sangat ingin menyarangkan burung mereka ke dalam alat kelamin Hyewon.



"emm hmmmhhh uummhh uuhhmmm". Asep dan Hyewon berpagutan begitu bergairah sementara pinggul Asep terus bergoyang, menandakan kalau tongkatnya masih senantiasa 'mengaduk' vagina Hyewon. Melihat temannya kelihatan enak sekali menggeluti Hyewon, Karjo hanya bisa mencibir. Sebenarnya penisnya sudah tak tahan lagi ingin membelah kemaluan Hyewon, ngaceng berat, namun dia harus menunggu giliran. Karjo pun mengalihkan pandangan ke Yena dan Malih yang kelihatan benar-benar bergairah. Yena yang masih nemplok pada Malih kini terhimpit di antara Malih dan tembok. Ya, Malih sengaja membuat Yena jadi terpojok ke tembok, karena dengan begitu, dia lebih leluasa menggerakkan penisnya.

"aaahhh aaahhh aaaaahhh Paaakkhhh teeeruusshhh Paaaakkkk yaangghhh kenceeenggghhh !!!!!!", teriak Yena, wajahnya menunjukkan ekspresi nikmat yang luar biasa. Tidak berpijak dengan kaki sendiri memang membuat Yena tak bisa melakukan apa-apa. Hanya penis Malih yang menopang tubuhnya agar tidak jatuh ke bawah.



Hal itu jelas membuat vagina Yena menjadi sasaran empuk bagi 'rudal' Malih. Yena tak bisa melakukan apa-apa selain merem melek menerima dahsyatnya terjangan-terjangan penis Malih pada alat kelaminnya. Benar-benar posisi yang membuat Yena bisa merasakan betapa jantan dan perkasanya Malih. Itulah yang membuat Hyewon begitu 'lengket' dengan Malih. Meski sudah tua, namun masih perkasa dan gagah dalam hal bercinta dan masih sanggup 'mempecundangi' gadis-gadis belia dengan cara yang sangat nikmat. Tak heran kalau Hyewon kelihatan sangat ketagihan dan menikmati saat melayani Malih, sebab ia bisa mendapatkan kenikmatan seksual dan bathin secara penuh setiap kali ia bergumul dengan pria tua itu.

"aaaahhh ooohhh aahhh mmmhhh hhmmm". Persetubuhan yang sangat panas, begitu bergairah, dan 'basah'. Basah karena keduanya kini sudah bermandikan peluh keringat.

"aaahh Paaakkhh Paaakkhh PAAAAAKKHHHHH !!!!". Insting Malih bekerja, Malih menerjang vagina Yena dengan sekali hentakan yang sangat kuat.

Pak Malih


"OOOOOHHHHHHHH !!!!". Sodokan kuat Malih benar-benar memberikan orgasme maksimal untuk Yena. Nikmat, lega, dan enteng sekali di perasaan Yena.

"hufh huufh". Baik Yena dan Malih, keduanya mengatur nafas. Yena mengelap keringat di wajah Malih. Dia kagum sekali dengan pria tua yang kurus dan keriput itu. Penampilan fisiknya mungkin memang kelihatan renta dan rapuh namun ternyata 'perkakas'nya begitu perkasa. Yena pun tersenyum sambil sesekali merasa nikmat karena penis Malih yang masih 'memaku' vaginanya. Malih merasa seperti kerja rodi atau kerja romusha atau apalah sebutannya. Tapi, ia tak akan mudah menyerah, ia belum mendapatkan sesi sex idamannya. Sesi bercinta dengan gadis impiannya yaitu Sakura. Bagi Malih, Yena dan Chaewon hanyalah 'hadiah' kecil untuknya, dan Sakura barulah 'grand prize'nya. Malih merasa seperti itu karena saat pertama kali bertemu dengan Sakura kemarin, Malih langsung terkesima. Terkesima dengan kemulusan kulit Sakura, kecantikan wajah Sakura, dan tubuh bak idol korea dengan perut rata dan sepasang kaki serta leher yang jenjang nan indah.





Dan yang paling penting, Malih merasakan Sakura telah 'menggetarkan' penisnya walau hanya melihatnya, sama seperti yang dirasakannya setiap kali melihat Hyewon. Malih pun merasakan 'hujan' lokal yang hangat pada penisnya. Penis Malih masih mengikat vagina Yena, seolah tak mau melepaskan diri satu sama lain. Show sudah berakhir, Karjo mengalihkan pandangan ke Sakura dan Chaewon.

"aahh aahhh eemmm". Sakura dan Chaewon sedang menggesek-gesekkan kemaluan mereka satu sama lain. Keduanya begitu aktif menggerak-gerakkan pinggul mereka agar vagina mereka terus bergesekkan. Kelihatan sangat menggairahkan saat melihat 2 orang ABG cantik seperti Sakura dan Chaewon menggosok-gosokkan vagina mereka satu sama lain untuk mendapatkan orgasme. Kegiatan 'bergesekkan' ini memang sangat suka dilakukan Sakura, Yena, Chaewon, dan Hyewon karena menurut mereka saat vagina mereka saling bergesekkan, mereka merasa sangat seksi dan liar.

"aahhh...emmmm....ummmhhhhh", semakin digesek rasanya semakin enak.



Tongkat Karjo semakin menegang melihat pemandangan Sakura dan Chaewon yang sangat bernafsu saling menggesekkan alat kelamin mereka. Dalam keadaan normal, tentu Karjo akan langsung mendekati 2 gadis cantik yang tengah terangsang berat itu. Namun, dia sedang berada dalam 'kontrak'. Kontrak yang dibuat oleh Sakura. Asep dan Karjo boleh mencabuli Hyewon, tapi mereka berdua sama sekali tidak boleh menyentuh Yena, Sakura, ataupun Chaewon. Setidaknya sampai Malih selesai. Perjanjian yang memang sebenarnya lebih menguntungkan Malih. Sudah dilayani 3 cewek, Asep dan Karjo pun tak boleh 'ikut campur' sampai Malih 'keluar'. Meskipun perjanjian yang berat sebelah, namun Asep dan Karjo tak keberatan, mereka benar-benar penasaran ingin menikmati tubuh Hyewon walau mereka harus 'berbagi'. Bodoh sekali si Karjo, perjanjian itu kan tak disebutkan kalau Hyewon harus 1 lawan satu. Karjo langsung mendekat dan berbisik ke Asep. Asep pun langsung tersenyum licik.

"non Hyewon. katanya si Karjo mau nyodok pantatnya non Hyewon. boleh nggak ?", tanya Asep cabul.



Hyewon menatap Asep dengan tatapan mata sayu, pas sekali menunjukkan orang yang tengah keenakan, gamang-gamang antara sadar atau tidak.

"hmm mmmhh....", gumam Hyewon.

"apa, non ? nggak kedengeran ?".

"mm boleeehhh...", jawab Hyewon lebih kencang namun tetap suara yang lembut menggoda.

"hehehe...". Asep memeluk tubuh Hyewon dan mengangkatnya. Hyewon berpegangan dengan memeluk Asep. Tanpa mengeluarkan penisnya dari vagina Hyewon dan dengan sedikit bantuan Karjo, Asep pun kini di bawah, posisi woman on top. Karjo mendorong Hyewon pelan ke bawah. Gadis cantik itu pun masuk ke dalam pelukan Asep. Tanpa basa-basi, Asep memagut bibir Hyewon lagi. Karena Asep hanya diam saja, dengan sendirinya Hyewon menggoyang-goyangkan pinggulnya, mencari kenikmatan dari benda tumpul yang sedang mendiami liang kewanitaannya. Karjo mencengkram kedua bongkahan pantat Hyewon, melebarkannya agar dia bisa jelas melihat 'sasaran'nya. Begitu terlihat, Karjo langsung menempelkan pucuk penisnya ke lubang pantat Hyewon.



"hemmmhh....", gumaman Hyewon saat merasakan benda tumpul yang 'panas' memasuki liang anusnya dengan perlahan. Nikmat sekali rasanya, Hyewon terlihat sangat meresapinya. Saat sudah setengah penisnya masuk, Karjo langsung menghentakkan penisnya kuat, sengaja untuk 'mengejutkan' Hyewon.

"AAANNHHHWWWWW !!!!", lenguh Hyewon. Karjo tersenyum mendengar Hyewon sedikit meringis kesakitan.

"hhh hhh hhh". Hyewon menarik nafas dalam-dalam sambil mengatur nafasnya, sepertinya ia sedang beradaptasi. Hyewon harus beradaptasi bukan karena pantatnya disodok Karjo. Kalau anal sex, Hyewon sudah biasa kedatangan 'tamu' alias penis Malih yang menjajah liang anusnya. Yang membuat Hyewon harus beradaptasi adalah karena baru kali ini ia merasakan vagina dan anusnya di'colok' bersamaan. Itulah yang membuat nafas Hyewon jadi terasa 'berat', bagian bawah tubuhnya benar-benar terasa penuh sesak. Tubuh Hyewon sudah seperti jembatan 'penghubung' antara Asep dan Karjo. Dengan vagina dan pantat Hyewon sebagai tempat untuk memasukkan 'alat penghubung'nya.



Vaginanya yang dikait penis Asep dan batang Karjo yang ditanam di liang anusnya tentu membuat Hyewon tak berdaya terhimpit di antara kedua penjaga villa yang sudah tua bangka itu. Seorang gadis muda bertubuh putih mulus berada di antara himpitan 2 pria bertubuh hitam, sungguh pemandangan yang sangat menggairahkan.

"emmm hhmmnnnhhhh aaaahhhmmm....", Hyewon mulai mendesah pelan. Karjo menggoyang-goyangkan pantatnya, otomatis penis Karjo bergerak mengaduk-aduk liang anus Hyewon. Belum lagi ditambah Asep yang juga mulai bergoyang. Bidadari cantik itu benar-benar merasakan nikmat yang sangat luar biasa.

"aaahhh aaahhh uummmhhhh eeehhhh". Ekspresi wajah Hyewon yang kelihatan sangat menikmati membuat Asep menjadi semakin bernafsu. Tak cuma si makhluk cantik yang mendapat kenikmatan, tapi si kedua makhlus buas juga keenakan karena liang vagina dan anus Hyewon benar-benar sempit, seret, dan hangat membuat 'onderdil' mereka yang ada di dalamnya terasa nyaman dan nikmat luar biasa.




Bibir Hyewon langsung disambar lagi oleh Asep. Benar-benar kenikmatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Hyewon. Penis Asep dan Karjo rasanya bertabrakkan di bagian bawah tubuhnya padahal berada di 2 lubang yang berbeda. Dalam keadaan setengah sadar karena merasakan nikmat, Hyewon berimajinasi. Dia membayangkan kakek tirinya yang sedang 'menyetrum' vaginanya dan Malih yang sedang mencolok-colok pantatnya. Desahan-desahan Hyewon semakin liar. Bayangan kalau dia sedang dicabuli oleh 2 orang yang dicintainya sangat membuat Hyewon bergairah. Keringat pun mengucur semakin deras dari ketiganya, menandakan kalau persetubuhan 2 lawan 1 itu sangat 'panas'. Bidadari cantik yang tengah terangsang itu memang tak bisa apa-apa selain pasrah merasakan gempuran dahsyat pada pantat dan kemaluannya.

"plok plok plok plok pok pok pok !!!!!!", bunyi selangkangan Karjo yang terus berhantaman dengan pantat Hyewon ditambah bunyi kecipak air yang dipicu dari gesekan penis Asep dengan liang kewanitaan Hyewon.



Sementara sang juliet tengah kewalahan disodok depan-belakang oleh 2 pria lain, sang romeo alias Malih sudah siap menggempur satu-satunya bidadari yang tersisa. Sebelum mengeluarkan penisnya secara keseluruhan dari dalam liang vagina Yena, Malih sengaja sedikit menyundul-nyundul liang vagina Yena.

"emmm...Pak Malih niihh...", ucap Yena manja dan tersenyum nakal. Malih mengeluarkan penisnya dan menurunkan Yena perlahan.

"cuupphhh". Malih mencium Yena sebelum meninggalkannya. Bersama penisnya yang masih mengacung keras, Malih mendekati Sakura yang masih 'menempel' dengan Chaewon.

"non Sakura...", Malih mencolek Sakura dari belakang. Tatapan dan senyuman Sakura begitu nakal dan menggoda. Dia berdiri seperti menyambut kedatangan Malih. Sakura langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Malih.

"cpphh hemmm uummmm". Bibir saling melumat dan memagut, lidah tak henti-hentinya saling membelit dan mengait satu sama lain, mereka berdua bercumbu sangat bergairah, panas dan sangat menikmatinya.



Malih tak percaya kalau Sakura benar-benar sangat agresif melebihi Yena dan Chaewon. Sakura selalu 'mengejar' bibir dan lidah Malih, kedua tangannya yang halus nan mulus itu pun sedang asik meraba-raba pentungan Malih. Benar-benar agresif sekali. Serumah dengan Hyewon saja, Malih bisa puas menyalurkan nafsunya apalagi kalau ada Sakura. Mungkin penisnya akan 'diperah' habis-habisan oleh Sakura. Bibir Sakura dan Malih saling melahap, dan bergantian saling mengemut bibir. Keduanya saling menatap. Tatapan yang sudah terbakar birahi. Malih ingin segera menanamkan anggota tubuhnya yang paling 'maju' itu ke dalam celah sempit Sakura. Dan Sakura pun ingin 'sangkar'nya disatroni burung Malih untuk yang kedua kalinya. Sakura tidur terlentang, kedua kakinya membuka lebar, menantang burung Malih agar masuk ke dalamnya. Pemandangan indah yang tak akan membosankan bagi Malih. Bentuk kemaluan seorang wanita apalagi kemaluan wanita cantik yang sudah tentu sangat terawat memang sangat indah dan tak pernah membosankan bagi kaum lelaki apalagi laki-laki tua seperti Malih.



Setiap hari Malih selalu berhadapan dan 'bereksperimen' dengan lembah kenikmatan yakni vagina Hyewon. Dia bebas mengakses daerah yang paling intim dan paling pribadi dari tubuh Hyewon itu kapan saja ia mau karena memang Hyewon tak pernah menolaknya. Saat Hyewon sedang mandi, sedang mengerjakan tugas, baru pulang kuliah, ataupun saat Hyewon sedang tidur. Tak ada yang bisa menghentikan keinginannya untuk menikmati kemaluan Hyewon. Dan Hyewon pun selalu melayani nafsu Malih dengan sepenuh hati, tak pernah terpaksa. Tapi, sekarang, tepat di depan kedua mata Malih, ada lubang vagina lain yang seolah memanggil-manggil penisnya. Malih pun mengambil ancang-ancang. Pucuk penisnya sudah mengecup bibir vagina Sakura.

"ooohhh". Keduanya mendesah. Dalam, dalam, dan semakin dalam penis Malih memasuki vagina Sakura. Sangat hangat dan sempit. Pinggul Malih mulai bergerak maju-mundur.

"aaahhhh ooohh mmhhhh", liang vagina Sakura pun sudah mulai bergesekkan dengan benda tumpul milik Malih.



Bidadari cantik itu sungguh keenakan, rahimnya terus menerus disundul-sundul oleh penis Malih. Benar-benar sampai mentok, membuat setiap hantaman penis Malih begitu terasa. Malih memeluk tubuh Sakura yang sudah bermandikan keringat itu. Aroma tubuh Sakura sungguh harum, manis, dan juga sensual di saat yang bersamaan. Perpaduan aroma parfum dan keringat perempuan memang sangat sensual dan sungguh memancing gelora birahi. Malih menjadi sangat amat bernafsu 'menyikat' liang vagina Sakura sambil terus melumat bibir gadis belia itu habis-habisan. Keduanya menggeliat-geliat penuh nafsu. Bibir Malih seakan tak bisa lepas dari bibir Sakura, terus menempel erat. Pinggul Sakura terus bergerak menyamai gerakan pinggul Malih. Seolah-olah, alat kelamin mereka yang sudah bersatu padu membuat jiwa mereka juga melebur jadi satu.

"plok plok plok", selangkangan Malih terus menghantam selangkangan Sakura, menandakan kalau 'senapan' Malih masih menggempur vagina Sakura dengan hebatnya.



Puas memagut bibir Sakura, Malih beralih ke 'santapan' lain yang ada di tubuh Sakura. Dua buah daging bulat kembar yang kenyal milik Sakura adalah hidangan 'bergizi' berikutnya untuk Malih. Pria tua itu melahap rakus kedua kemasan susu Sakura. Menyedotnya, menghisapnya sekencang-kencangnya seakan tidak ada hari esok lagi.



"ooohhh oohhh terusshh Paaakkhhh !!! iseephh yang kenceengghhhh !!!!", erang Sakura nakal. Urusan 'menyusu', Malih tak perlu ditanya lagi. Setiap hari dia bisa menyusu pada Hyewon. Jadi, pria tua itu tahu benar bagaimana cara mengenyoti payudara wanita dengan baik dan benar. Karjo merasa pegal juga menyodomi pantat Hyewon dalam posisi ini.

"ganti posisi dong ah ! capek gue !", protes Karjo.

"oke oke", jawab Asep santai.

"stop dulu, non. kita ganti posisi..".

"emmm hhh hhh", wajah Hyewon sangat menunjukkan wajah sange, sedang terangsang berat. Matanya sayu, bibirnya setengah terbuka dan ada air lius menetes dari mulut Hyewon. Karjo mengangkat tubuh Hyewon yang memang sudah pasrah dan tak berdaya.




Akhirnya bisa terlihat juga batang kejantanan Asep yang sedari tadi 'disembunyikan' oleh vagina Hyewon. Batang penis Asep berkilau-kilau karena basah terkena siraman cairan vagina Hyewon. Karjo mengajak Hyewon tidur di lantai, berhadap-hadapan. Tanpa basa-basi, Karjo langsung menyabet bibir Hyewon. Karjo mengulum bibir Hyewon penuh nafsu, lidahnya juga sibuk mengobok-obok rongga mulut Hyewon. Bidadari cantik itu pasrah tapi tetap membalas cipokan dan belitan lidah Karjo. Asep sudah berada di belakang Hyewon, meremas-remas pantat Hyewon dengan gemas dan mengendus-endus aroma tubuh Hyewon dari belakang. Asep menggesek-gesekkan penisnya ke belahan pantat Hyewon. Karjo mengangkat kaki kanan Hyewon menjulang ke atas sehingga tubuh bagian bawah Hyewon terbuka dan sudah dapat 'diakses' kembali. Tanpa buang-buang waktu, masing-masing Asep dan Karjo langsung 'menyelipkan' tongkat mereka ke pantat dan vagina Hyewon, mengait tubuh gadis belia itu lagi agar tidak bisa kemana-mana. Penis kedua pria tua itu pun mulai menggosok-gosok kedua lubang Hyewon yang membuat Hyewon mulai keenakan lagi.



Asep dan Karjo yang memang sudah biasa mengeroyok Sakura tidak terlalu sulit menggenjot Hyewon dalam posisi ini. Sungguh baru kali ini Hyewon merasakan kenikmatan luar biasa dan perasaan pasrah ke kedua pria yang sedang menggenjotnya. Sementara Hyewon sedang pasrah dan keenakan menerima gempuran pada pantat dan kemaluannya dan Sakura yang bercinta penuh nafsu dengan Malih, Yena sibuk mengerjai Chaewon. Yena menyuruh temannya yang imut itu untuk menjilati kakinya. Chaewon melakukannya dengan baik. Yena memang senang sekali mengerjai Chaewon, menjadikannya sebagai mainan sexnya. Dan namanya bukan Chaewon kalau tak suka jika disiksa. Dia malah suka 'disiksa' oleh temannya yang manis itu. Chaewon memang lebih dekat ke Yena. Yena yang 'jail' dan Chaewon yang 'penurut' menjadikan mereka berdua sahabat yang cocok. Tak jarang Chaewon menginap di rumah Yena hanya untuk menjadi 'hewan peliharaan' bagi temannya yang eksibisionis itu. Yena bahkan punya tali kekang sendiri untuk Chaewon.



Kalau rumahnya sepi, Yena sering mengajak Chaewon jalan-jalan di dalam rumahnya dengan Chaewon mengenakan tali kekangnya. Yena juga sering iseng mengoleskan balsem panas ke payudara atau bibir vagina Chaewon membuat Chaewon mengeluh-eluh kepanasan dan membut Yena cekikikan geli. Meskipun terdengar agak sadis, Yena sangat protektif terhadap Chaewon. Jika Chaewon sedih karena cowok, Yena langsung melabrak cowok itu. Walau Yena memang suka 'mengusili' Chaewon, tapi dia merasa seperti menjadi kakaknya, harus melindungi Chaewon. Chaewon pun juga merasa seperti itu, Yena sudah seperti kakaknya sendiri. Oleh karena perasaan sayang dan gairah yang muncul itu, Yena dan Chaewon bisa bercinta semalaman suntuk. Mereka memang sama-sama perempuan, namun mereka begitu mesra sekali jika di atas ranjang. Saling mencumbu, memeluk, merangkul, membelai, dan menjilat vagina untuk waktu yang bisa cukup lama. Desahan, lenguhan, erangan, lirihan, kecipak air, suara tepokan, dan nafas yang memburu memenuhi ruangan itu.



Aroma sex begitu kental tercium di ruangan itu. Salah satu ruangan di villa Sakura yang sekarang telah menjadi medan 'pertempuran'. Sex live show yang begitu lengkap ada di sana. Ada seorang gadis cantik yang sedang bercinta penuh gairah dengan seorang pria tua, ada 2 orang dara cantik sedang mengeksplorasi tubuh satu sama lain, dan juga ada seorang gadis belia yang terus bolak-balik, kadang tidur menyamping ke kanan dan kadang tidur menyamping ke kiri, agar kedua pria tua yang sedang mencabulinya bisa bergantian 'menjajaki' vagina dan anusnya.

"aaahh aaahh Paaakhh Paaakhh PAAAKKHHHH !!!!".



"NOONNHHH !!!". Sakura dan Malih sama-sama mengerang. Tubuh Sakura mengejang, kedua kakinya mengekang pinggang Malih erat. Sebenarnya Malih ingin mencabut penisnya dari vagina Sakura, dia tak ingin menyemprotkan air maninya di dalam rahim Sakura. Namun sepertinya mahasiswi cantik itu malah ingin merasakan liang vaginanya disembur oleh penis Malih, terlihat dari kedua kakinya yang melingkar semakin kencang di pinggang Malih.



"UUUHHHH OOOOOKKHHHH !!!!", lenguh Malih. Sadar tak punya 'jalan' lain, Malih menghantamkan penisnya sampai mentok di rahim Sakura.

"emm mm mm", tubuh Sakura berkedut-kedut setiap kali penis Malih menembakkan spermanya mengenai pangkal liang vagina Sakura. Sakura merasa liang vaginanya menjadi hangat dan nyaman. Penis tua Malih menabur benihnya pada rahim Sakura. Malih merasa nikmat luar biasa. Tak disangka, di umurnya yang renta, dia malah bisa menyemprotkan air maninya ke dalam rahim seorang gadis belia lainnya selain Hyewon. Terbesit sebentar di pikiran Malih, bagaimana kalau nanti Hyewon dan juga Sakura hamil olehnya. Kalau benar-benar terjadi berarti nantinya Malih akan mempunyai anak dari 2 istri yang begitu cantik, seksi, dan masih muda. Oh, Malih langsung berimajinasi, jikalau benar itu semua terjadi, sisa umurnya akan terasa begitu nikmat, mempunyai istri 2 orang cantik yang akan melayani, memanjakan, dan menyediakan 'kehangatan' untuknya setiap hari serta akan memberikan keturunan yang baik.



"non Sakura...ma...maaaf...", ucap Malih dengan nada agak menyesal. Pria tua itu takut Sakura marah. Sakura malah tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dia tahu Malih minta maaf untuk apa. Tapi, memang dia sendiri yang menginginkannya, jadi tak mungkin kalau dia marah. Sakura malah merangkul Malih dan mengajaknya berciuman.

"uummhh emmmhhh". Kali ini ciuman mereka berdua lembut, mesra, dan penuh perasaan. Penis Malih belum terlalu mengendur sehingga masih bisa mengait vagina Sakura. Mereka kelihatan sangat menikmati dan meresapi keintiman mereka setelah tadi sudah mengekspresikan nafsu mereka dengan bercinta sangat 'panas'. Akhirnya Sakura bisa mengerti kenapa sahabatnya, Hyewon, sangat mencintai pria tua yang sedang berciuman dengannya itu. Selain keperkasaan dan kejantanan, Malih punya kharisma tersendiri yang membuat Sakura merasa nyaman sekali. Meski Sakura pernah digilir seharian penuh oleh beberapa kali, namun rasanya pergumulan dengan Malih barusan benar-benar sangat nikmat, mengalahkan semua pengalaman sexnya.



Sakura tak heran lagi kenapa sahabatnya Hyewon begitu kecanduan ditiduri Malih. Dia sendiri telah merasakan 'sesuatu' dari Malih yang tak pernah ia temukan di pria lain, namun Sakura sendiri tak bisa menjelaskan apa itu.

"OOOKKHH NOOONNHHH !!!". Asep dan Karjo tengah menodong Hyewon lagi dengan 'senapan' mereka. Bidadari cantik itu kini bersimpuh lagi di tengah-tengah 2 pejantan buruk rupa itu, mengulum kemaluan yang satu sambil mengocok kemaluan yang satunya lagi. Asep dan Karjo sudah puas 'menggasak' anus dan kemaluan Hyewon, jadi mereka sudah mengeluarkan 'onderdil' mereka masing-masing dari tubuh Hyewon dan tengah langkah terakhir untuk menuju orgasme. Kalau tidak ada perjanjian, mungkin mereka berdua sudah seenaknya membuang air maninya di dalam rahim Hyewon. Apa boleh buat, jika mereka melanggar, Sakura akan melarang mereka datang lagi dan tentu tak bisa menikmati tubuh bidadari-bidadari itu lagi selamanya. Jadi, Asep dan Karyo pun memutuskan untuk membuat wajah cantik Hyewon belepotan dengan cairan putih nan kental milik mereka.



"crooot ! croott !! croottt !!!". Penis Karjo yang memulai rangkaian 'penembakan' terhadap wajah Hyewon, diikuti oleh Asep. Kedua penis itu pun 'memberondongi' wajah Hyewon dengan sperma. Hyewon hanya bisa menutup mata, membuka mulutnya, dan pasrah menerima semburan demi semburan sperma di wajahnya. Tak beberapa lama, 'badai' sperma pun berhenti menerpa wajah Hyewon. Asep dan Karjo mengelus-eluskan penisnya ke wajah Hyewon untuk meratakan sperma agar menutupi seluruh wajah Hyewon. Dan tak lupa mereka memasukkan penis mereka ke dalam mulut Hyewon untuk dibersihkan oleh gadis cantik itu. Asep dan Karjo puas sekali melihat wajah Hyewon belepotan sperma.

"makasih yaa, non. kalau non Hyewon ketagihan kita keroyok, kita siap kok hehehehe".

"iya, non, nggak usah malu-malu. HAHAHA !!!". Asep dan Karjo pun meninggalkan Hyewon dan mendekati Malih yang tepar di samping Sakura.

"gimana, Pak ? capek dikeroyok non Sakura, non Chaewon sama non Yena ?".

"hhh...iyaa...", jawab Malih.



Memang benar sangat melelahkan karena dia baru saja maraton sex dengan 3 gadis belia yang semuanya cantik dan seksi, membuat Malih menggunakan energi maksimal saat menggenjot ketiganya dan itu membuat Malih kepayahan sekarang.

"makasih Pak udah ngebolehin kita genjot non Hyewon. hehehe".

"iye, Pak. kita gak penasaran lagi. HAHAHA", ucap Karjo seraya ke dapur.

"sekali lagi. terima kasih, Pak". Asep pun pergi ke dapur juga. Mungkin mereka haus. Asep dan Karjo tentu kelihatan segar, mereka berdua hanya melawan Hyewon. Sedangkan, Malih harus menghadapi Yena, Sakura, dan Chaewon yang semuanya 'garang' saat bergumul. Malih hanya tersenyum saat Yena dan Chaewon tersenyum kepadanya seraya berlalu pergi ke arah dapur. Malih pun mendekati Hyewon yang tidur lemas di lantai namun masih terjaga. Wajahnya belepotan dengan cairan putih, terlihat berkilau-kilau terkena cahaya. Malih tidak berjalan namun merangkak karena dia malas untuk bangun.

"non Hyewon. nggak apa-apa ?", tanya Malih cukup khawatir.



"nggak..apa...apa, Pak...", jawab Hyewon tersenyum.

"maaf non. Bapak udah nyuruh non Hyewon gituan sama Asep n' Karjo...".

"nggak..apa..apa, Pak", jawab Hyewon sama seperti sebelumnya. Tapi senyuman Hyewon kali ini seperti mengatakan 'tidak apa-apa, aku akan melakukan apapun untuk membuat bapak senang'. Malih pun memeluk Hyewon. Hyewon merasa tenang dan nyaman di pelukan Malih meskipun wajahnya terasa semakin lengket. Sakura yang sudah cukup 'istirahat' bangun dan melihat Malih dan Hyewon berpelukan dengan mesra. Mereka kelihatan sangat mesra. Merasa diperhatikan, Malih menengok dan melihat Sakura berdiri memandanginya. Sakura tersenyum sebelum meninggalkan Hyewon dan Malih yang masih berpelukan itu.

"Pak...Hyewon ngantuk...", ucap Hyewon manja di pelukan Malih.

"yaudah non. ayo kita tidur di kamar..". Malih membantu Hyewon berdiri dan memapahnya berjalan. Dara putih mulus itu terlalu lemas untuk bisa berjalan sendiri. Pemandangan yang tak akan mungkin bisa dilihat sehari-hari. Seorang pria tua memapah seorang gadis muda untuk berjalan dan keduanya dalam keadaan telanjang bulat.


Untuk naik ke lantai atas harus melewati dapur. Malih tak percaya apa yang terjadi di dapur. Seperti sedang menonton film porno, Yena dan Chaewon sedang berpegangan pada meja, keduanya mendesah dan berteriak keenakan disodomi dari belakang oleh Karjo dan Asep. Sementara Sakura berdiri di antara kedua penjaga vila yang sudah tua renta itu. Dara cantik bertubuh bagai idol korea itu membuka mulutnya dan membiarkan Asep dan Karjo mencipoknya bergantian. Benar-benar gila ! . Benar-benar ada yang salah dengan gadis-gadis cantik ini, pikir Malih. Gadis-gadis belia ini memang mempunyai wajah cantik dan tubuh indah nan sexy namun kenapa mereka bertiga sangat ketagihan disetubuhi. Apalagi mereka bertiga kelihatan senang dan bergairah sekali, dicabuli oleh 2 pria yang sudah tua dan jelek seperti Asep dan Karjo yang sebenarnya untuk sekedar berbicara dengan ketiga bidadari itu saja rasanya tidak pantas. Pasti ada yang salah dengan mereka bertiga.


Malih tak terlalu mengindahkan mereka, tujuannya hanya untuk membantu Hyewon berjalan ke kamar sebab dia merasa bersalah juga. Karena dia, Hyewon sampai seperti ini. Hanya karena keegoisannya sendiri ingin merasakan kenikmatan tubuh Sakura, Yena, dan Chaewon, membuat Hyewon harus bergumul dengan 2 pria sekaligus. Malih menggendong bidadari cantiknya sebelum menaiki tangga. Pejantan tua itu menggendong 'betina'nya sampai ke kamar.

"Pak...Hyewon mau ke kamar mandi...".

"oh iya, non...".

"biar Hyewon jalan sendiri ke kamar mandi...", pinta Hyewon. Malih menurunkan Hyewon. Gadis cantik itu berjalan pelan ke kamar mandi dan menutup pintu. Malih duduk di tepi ranjang. Dia merasa khawatir. Hyewon kelihatan masih lemas, takutnya kenapa-kenapa di kamar mandi. Dan tak biasanya Hyewon menutup pintu kamar mandi. Tapi, rasa cemas Malih langsung hilang saat Hyewon keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang kelihatan segar. Sepertinya dia baru mencuci muka dan membasuh tubuhnya karena kelihatan segar dan wangi kembali.



Hyewon berdiri di depan Malih dan memegangi kepalanya. Beda sekali dengan Hyewon yang tadi.

"non Hyewon mandi ya ?".

"iyaa, Pak...".

"hmm...pantes seger...". Dari yang perasaan iba dan bersalah, Malih merasa bernafsu dan terangsang lagi. Aroma tubuh Hyewon yang segar dan harum sehabis mandi memang selalu membangkitkan nafsu Malih. Penis Malih yang tadi lunglai kini mulai bereaksi. Apalagi Hyewon yang sama sekali tak mengenakan sehelai benang pun. Aroma vagina Hyewon sungguh membangkitkan 'selera' Malih.

"cuupphh cuuphh cuupphh". Malih menciumi perut Hyewon dan sesekali menjilati pusar Hyewon. Dara cantik itu tentu tahu kalau Malih sudah bernafsu lagi. Meskipun merasa capek luar biasa, tapi Hyewon kelihatan tidak keberatan andaikan ia harus melayani nafsu Malih. Hyewon membiarkan pria tua itu menciumi dan menjilati perutnya, merangsang gairahnya untuk bercinta. Bidadari itu kagum dengan lelaki tua itu. Baru selesai menggumuli ketiga temannya, namun supirnya itu sudah berhasrat untuk bercinta lagi. Tentu Hyewon akan melayani pejantannya itu.

Hyewon tidak mau menyinggung tentang apa yang tadi terjadi. Dia tidak mau bertanya ke Malih apakah enak bersetubuh dengan Sakura, Yena, dan Chaewon karena dia takut ditanya balik sebab Hyewon akui dalam hatinya kalau dikeroyok Asep dan Karjo benar-benar sangat nikmat. Begitu pula dengan Malih. Keduanya tak mau menyinggung tentang tadi, yang penting mereka sangat amat ingin bercinta dan meleburkan alat kelamin mereka menjadi satu.

"emmm", Hyewon mulai mendesah saat pangkal paha kirinya dijilati Malih.

"non Hyewon capek nggak ?".

"nggak, Pak....", jawab Hyewon sambil mengulum bibir bawahnya.

"gimana kalo sebelum tidur..kita...", Malih menjepit jempolnya di antara telunjuk dan jari tengahnya.

"em mm...", Hyewon mengangguk, bibir dan tatapan matanya sangat nakal. Malih tersenyum, dia sudah tahu kalau majikannya yang cantik itu tak akan menolak digumulinya karena dia memang tak pernah mengatakan tidak kalau diajak bercinta.

"ceeepphhhhh".

"mmmmmhhhh". Malih pun langsung membenamkan wajahnya ke selangkangan Hyewon dan mencumbui serta menjilati kemaluan Hyewon.

Malih menyerbu vagina Hyewon dengan sangat ganas dan gencar seolah tak ada hari esok untuk bisa menyantap kemaluan Hyewon yang harum itu. Desahan-desahan pun memenuhi kamar Hyewon. Tak disangka, setelah berhubungan intim dengan orang lain, keduanya malah sangat bergairah dan penuh nafsu. Hyewon dan Malih bercinta dan bergumul dengan sangat 'panas', birahi mereka meluap-luap tak terbendung. Erangan dan teriakan Hyewon jadi salah satu tanda kalau nafsu dara cantik dan pejantan tua itu benar-benar sangat menggelora. Malih benar-benar 'membajak' dan 'menjajah' tubuh Hyewon dengan penuh nafsu sampai akhirnya berakhir dengan air mani Malih menggenangi rahim Hyewon.

Mereka berdua puas telah melampiaskan nafsu mereka. Hyewon memeluk Malih dengan mesra, keduanya tidur dalam keadaan bertelanjang bulat. AC kamar memang dingin, namun selimut yang menutupi tubuh mereka dan tubuh mereka sendiri satu sama lain rasanya cukup memberikan kehangatan meskipun mereka tidur dalam keadaan bugil.


Malih merangkul Hyewon ke pelukannya. Gadis cantik itu sudah tertidur seraya memeluk Malih. Sambil mencoba untuk tidur, Malih pun berpikir betapa enaknya kehidupannya sekarang. Kehidupan memang seperti roda. Saat di bawah, kehidupan rasanya benar-benar terpuruk, membuat putus asa, dan ingin cepat-cepat mati saja, tapi saat di atas, kehidupan terasa manis, enak, dan ingin hidup selamanya. Dari yang tadinya Malih hidup sendiri dan harus bekerja keras mengangkut sampah orang setiap hari hanya untuk makan sehari-hari, sekarang pria tua itu tinggal dengan gadis belia yang cantik jelita yang tak pernah sekalipun menolak jika diajak bercinta dan Malih juga bisa makan enak, minimal telor ceplok, setiap harinya.

"tok tok tok !!". Malih ingin membuka pintu tapi takut membuat Hyewon terbangun.

"nggak dikunci...", jawab Malih agak berbisik. Malih cukup kaget melihat siapa yang membuka pintu. Ternyata Sakura, dengan tak sehelai benang pun menutupi tubuh indahnya itu.



"Sakura boleh numpang tidur di sini nggak, Pak ?".

"bo...boleh, non...". Ini memang vila Sakura, jadi tak mungkin Malih melarang Sakura. Lagipula, Sakura datang dengan telanjang bulat, mana mungkin Malih mengatakan tidak. Sakura tersenyum seraya mendekati Malih. Dia naik ke atas ranjang dan ikut masuk ke dalam selimut. Sakura mengarahkan tangan Malih untuk merangkul tubuhnya, lalu dia memeluk Malih dan menindih kaki kiri Malih dengan kaki kirinya, persis seperti Hyewon. Hati Malih berdegup kencang, dag dig dug.

"kok Pak Malih belum tidur ?", tanya Sakura berbisik ke Malih.

"belum ngantuk, non...", Malih merasa grogi. Malih sendiri kenapa ia grogi, bukankah tadi ia telah merasakan kenikmatan dari tubuh gadis yang ada di samping kirinya. Mungkin karena Malih belum pernah merasakan tidur bugil dengan dipeluk 2 bidadari cantik sebelumnya. Biasanya ia hanya tidur 'polos' dengan Hyewon, tapi sekarang ada Sakura juga. Mungkin itu yang membuat Malih menjadi gugup dan grogi.

"oh belum ngantuk...".

"kalau non Sakura ?".



"udah ngantuk tapi Sakura nggak betah tidur sendiri...".

"oh..".

"emm...". Sakura seperti gemas, dia memperat pelukannya ke Malih. Terlihat seperti kedua dara cantik itu tak ingin melepaskan Malih.

"Pak Malih....ngaceng yaa ?". Sakura memperhatikan tonjolan yang mencuat di sekitar selangkangan Malih.

"ha..emm..". Tanpa malu-malu, Sakura merogoh ke dalam selimut, meraba-raba selangkangan Malih.

"emm bener...punya Pak Malih berdiri lagi...gara-gara Sakura yaa ?".

"ha emm ng...". Malih seperti orang bloon menghadapi Sakura yang sangat agresif. Dia tidak tahu cara menghadapi gadis cantik yang begitu agresif dan nakal seperti Sakura. Meskipun ia bisa 'garang' kalau Hyewon mulai agresif dan berlaku nakal, tapi sekarang Malih seperti kembali menjadi perjaka yang canggung terhadap cewek. Sakura mengenggam batang keras Malih dan mengocoknya sebentar lalu Sakura langsung masuk ke dalam selimut. Berikutnya, Malih merasakan benda hangat yang lunak mengelus-elus batangnya.



"mmmmhhh....", Malih menahan desahnya.



"ccpphh cpphh". Selimut naik turun seiring gerakan kepala Sakura. Sebab, bidadari cantik itu tengah mengocok alat kelamin Malih dengan mulutnya. Sungguh nikmat sekali rasanya.

"ooohhhhh....", Malih tak bisa menahan lagi, desahannya keluar.

"emmm ?". Hyewon pun terbangun.

"kenapa, Pak ?", tanya Hyewon masih mengumpulkan kesadarannya. Tapi, ia segera sadar, ada orang lain di selangkangan Malih setelah tangannya mendekati perut Malih.

"Sakura ya, Pak ?", tebak Hyewon.

"i..iiyaahh nonnhhh....ooohhh".

"Sakura ! gangguin Pak Malih mau tidur aja !", canda Hyewon pura-pura marah, ia juga ikut masuk ke dalam selimut. Dan selanjutnya, yang terdengar hanya bunyi kecupan dan sedotan saja dari dalam selimut. Hyewon ikut bergabung bersama Sakura untuk mengulum kemaluan Malih. Pantas Malih merasa nikmatnya lebih dahsyat dari sebelumnya. Dua sapuan lidah menjalari sekujur 'onderdil'nya, tak cuma batang tapi juga pelirnya. Malih merasakan sensasi liar, dia tidak tahu apa yang diperbuat kedua bidadari cantik itu terhadap tongkatnya karena tertutup oleh selimut, tapi yang pasti rasanya sungguh nikmat.



"oohh uuuhh mmmhhh uuhhh", Malih begitu gelagapan karena nikmatnya sungguh luar biasa. Hyewon yang memang sangat piawai dan juga terbiasa menggunakan lidahnya untuk 'membelai' penis Malih ditambah Sakura yang sangat jago dalam hal menyedot dan menghisap kemaluan pria adalah duo ahli oral seks yang akan membuat semua pria manapun tak bisa lama-lama menahan ejakulasinya, tak terkecuali Malih. Dia mati-matian menahan air mani yang rasanya sudah di 'pelupuk' penisnya. Tapi, sudah tak bisa dibendung lagi.

"OOOOKKHHHHH !!!!!". Malih merasa kehangatan sekejap pada batang penisnya selama 'ledakan' lahar putih terus keluar dari penisnya dan kehangatan itu hilang setelah burungnya tak 'muntah' lagi. Sepertinya, salah satu dari Hyewon atau Sakura, menggunakan mulutnya untuk menampung sperma Malih. Malih berkedut-kedut sedikit ngilu karena lidah kedua gadis itu tetap nakal menjalari batangnya. Tapi, tak lama kemudian, mereka berdua keluar dari dalam selimut.



Hyewon dan Sakura tersenyum, terlihat noda putih di sela-sela bibir Sakura. Sepertinya Sakura yang meneguk habis spermanya, pikir Malih. Tanpa ba bi bu, Hyewon dan Sakura kembali memeluk Malih dan memejamkan mata untuk tidur seperti tak terjadi apa-apa. Malih hanya bisa merangkul dua dara cantik itu dan juga lama kelamaan mengantuk. Penisnya juga sudah 'tidur', habis disedot isinya oleh 2 'setan' cantik yang sangat nakal dan binal. Meski mengantuk dan sudah akan tertidur, di dalam hatinya, Malih berteriak, MANCAP !!!.


Comments

Popular posts from this blog

*under construction*Skandal di Rumah 2: Pelampiasan Lily

Slutty Doll Chaewon: Diperawani Tukang Becak Langgananku

*under construction*Skandal di Rumah: Nyonya Linda dan Jongosnya