Song Ji Hyo XXX: Birth Of The Slut Queen
Once Upon a time in a gym
Suatu malam dalam sebuah gym di Jakarta, terdengar suara musik dan teriakan bersemangat.
"Thre, two, one, jump, thre, two, one, stop. Gimana Jihyo? Ok gak menurutmu?" tanya seorang laki-laki kurus nan gemulai.
"Nah, keren ini mas daripada yang tadi" sahut Jihyo tersenyum, "ok, guys, kalian udah denger? Yuk sekarang kita latihan lagi, pake gerakan yang terakhir tadi ya!"
Ternyata yang berbicara dengan Jihyo adalah instruktur tarinya. Rupanya Jihyo sedang berlatih koreografi untuk video klip barunya.
"Yaaaa Omm...." sahut para penari latar serempak menggoda instruktur mereka.
"Hus, ses tahu!" canda sang instruktur pula, dan merekapun tertawa terbahak-bahak
"Ok segini dulu ya Jihyo, kamu perlu istirahat. Kamu abis konser lo" kata sang Instruktur.
"Ok, mas makasih ya" sahut Jihyo menurut
Meskipun sebenarnya ia ingin sekali menyelesaikan koreografi barunya sesegera mungkin. Namun, ia pernah cedera akibat kengototannya itu. Kali ini ia tidak bisa membantah lagi. Segera ia menuju shower untuk membasuh badannya dan berganti pakaian.
"Semua, Jihyo duluan ya!" teriak Jihyo riang.
"Yoahh...." jawab lainnya ramah.
########################
The Lost Prisoner
![]() |
| Joni Bleki |
Krosak...Krak...net...tot...tet....tot...Seseorang berlari di tengah kegelapan. Di belakangnya terdengar sirine saling bersahutan. Diapun mempercepat larinya, membelok masuk ke gang, dan dengan lincah bak kucing dia mampu meloncati pagar setinggi dua meter dalam dua langkah. Polisi yang mengejarnyapun kewalahan, ada yang turun memanjat pagar tersebut, ada yang memutar mobilnya mencari jalan lain. Namun terlamabat, dia telah lolos. Siapakah dia? Dia adalah Blek. Nama bekennya Joni Bleki (Bleki karena kulitnya hitam legam). Joni adalah perampok ahli dan seorang preman kelas kakap. Namun naas saat aksi terakhirnya merampok toko emas ketahuan oleh polisi. Dia dan kedua temannya Krebo item yang selalu membantunya mebongkar berbagai kunci toko maupun ATM, serta Bruno Condet yang pandai mengintai setiap target operasi mereka, serta selalu mengawasi daerah sekitar seperti siluman ketika kedua temannya beraksi, segera berpencar dengan Joni menjadi umpan karena dia yang paling gesit dan lincah seperti kancil. Mereka berjanji untuk bertemu di tanjung priok dan berencana melarikan diri ke sebuah pulau kecil tidak jauh dari Jakarta untuk bersembunyi. Terus ia pacu larinya tidak peduli walaupun nafas sudah tersengal. Dia pun sadar, suara sirine tidak lagi terdengar. Ia pun kini menghentikan larinya. Menengok ke kanan dan kiri, ada beberapa mobil terparkir di sebuah parkiran. Namun ada satpam yang menjaganya.
"Hhh.... gak masalah, cuman dua orang satpam gembrot." pikirnya.
Dengan perlahan ia mengedap-endap menghampiri mobil berwarna hitam BMW dan cekatan ia mengeluarkan alat-alatnya. Tidak sampai semenit ia telah masuk ke kursi belakang sebuah BMW hitam. Segera ia menyesuaikan diri agar tidak terlihat. Perlahan pula ia tutup pintu mobil itu agar tidak menimbulkan kecurigaan.
###############################
Bad Surprise
Malam itu Jihyo segera menuju ke mobilnya di parkiran. Ingin ia segera pulang melepas lelah. Segera setelah ia masuk ke mobilnya, BMW hitam, ia segera memacu mobilnya. Memacunya cukup kencang setelah melewati pintu tol. Tiba-tiba
"Jangan bergerak!" seseorang menodongkan pistol ke kepala Jihyo. "Jangan bergerak, diam, dan terus kendarai mobilmu. Sedikit saja kau mengacau, kepalamu ini akan kubuat lubang!" bisik Joni Bleki garang.
Jihyo pun mengangguk, terkejut bercampur shok dan ketakutan. Nafasnya memburu dan dadanya naik turun.
"Siapa kamu?" kata Jihyo.
"Bukan urusanmu sayang" kata Joni lagi sembari melirik ke arah spion depan melihat korbannya "Oho... ternyata ini mobilmu cantik" seringainya licik.
Jihyo merasa tak nyaman dengan seringai Joni. Ia merasa lebih segera mencari cara untuk kabur.
"Orang ini pasti rampok, kalau aku kasih uang mudah-mudahan aja dia pergi" pikirnya.
"Pak, bapak mau apa? Kalo bapak mau uang, ini di tas saya ada banyak, bapak juga bisa ambil jam saya. Tapi tolong bebaskan saya, kalau bapak juga mau mobil, bapak bisa ambil ini mobil." Jihyo memelas.
Joni pun meliriknya. Ia perhatikan Jihyo dari wajah hingga pahanya yang mulus berbalut hotpants.
"Tenang aja cantik, kamu aman bersamaku, asal kamu menuruti apa kataku, kamu lebih berguna hidup cantik. Sekarang, ada belokan di depan, kamu belok kanan, awas jika kamu mengacau" ancam Joni seraya menodongkan pistolnya.
Jihyopun menurut, ia mengikuti semua petunjuk jalan yang diberi Joni dengan pistol tertodong dikepalanya. Tiba-tiba Joni berkata,
"Ini peluru kaliber .45, mudah nembus kursi kulit bagusmu sayang, jangan kamu bilang-bilang sama penjaga tol, awas, saya mengawasimu dari belakang, jangan kau buka kacamu lebar-lebar." ancamnya ketika melihat pintu tol dari jauh.
"Selamat malam nona", sapa penjaga tol tersebut ramah.
"Malam pak", jawab Jihyo agak getir.
"Eh non Jihyo, langsung aja Non", kata petugas tersebut.
"Loh gak bayar pak?" sahut Jihyo.
"Gak papa non, saya penggemar non, oh iya non, ati-ati di jalan, jangan brenti sembarangan, aye denger tadi ada rampok dikejar-kejar polisi, sampe sekarang masih buron. Terus, setau ane nih, tuh rampok suka membunuh semua orang yang ngeliat dia ngrampok. Ih serem... non." teroco petugas tersebut.
Jantung Jihyopun berdegub mendengar perkataan petugas tersebut. Ingin dia berteriak namun tiba-tiba dia merasakan sebuah benda menekan pantatnya. Perlahan ia melihat moncong pistol terarah padanya dari kegelapan.
"Iya mas makasih ya", segera ia meninggalkan pintu tol.
"Bagus cantik, jangan sampai kau macam-macam denganku kalau tak mau nyawamu melayang" sahutnya sembari bangkit dari sela-sela tempat duduk.
Tampaknya cukup pintar juga Joni ini bersembunyi.
"Pak saya mohon jangan bunuh saya" Jihyo kembali memelas.
"Diam lu!", Bentak Joni, "Kalo lu lakuin yang gua perintahin, lu bakalan selamet. Paham!!".
"Paham Pak" sahut Jihyo terisak.
###############################
Escape Point
![]() |
| Krebo Item, Bruno Condet & Sarno |
Kini Mobil BMW tersebut melaju kencang dan berbelok melalui beberapa tikungan sesuai petunjuk Joni. Akhirnya mereka sampai di sebuah pelabuhan. Joni sengaja membawa mobil tersebut melalui belakang pelabuhan. Ada spot yang aman dimana dia sudah menyogok penjaganya untuk tidak di utak-atik, Joni pun mengeluarkan sapu tangan,
"Nah cantik, kamu tutup matamu sekarang kalau kamu ingin selamat" bentak Joni.
Jihyo pun menurut, mengira bahwa sang rampok segera ingin pergi tanpa ketahuan wajahnya secara jelas. Namun Joni memiliki rencana lain, segera ia mengoleskan obat bius ke sapu tangannya dan ia bekapkan ke wajah Jihyo. Jihyo pun meronta, namun dalam beberapa detik tubuhnya lemas, ia pun pingsan.
"Kamu lebih berguna hidup sayang, kamu harus berterima kasih padaku, kamu akan kujadikan budakku hahahaha...." tawanya seram.
Ia pun segera membawa Jihyo, meninggalkan tas dan tak lupa mematikan hape Jihyo. Segera ia mengendap-endap, memasuki lubang di pagar kawat yang memang telah sengaja disiapkan oleh petugas yang ia suap.
"Kemane aje lu Blek, lama bener" Kata seseorang menyapa Bleki dalam keremangan. "Diem lu Krebo, gua udah susah payah jadi decoy nih. Susah goblok lari dari mobil polisi." Sembur Joni.
"Wei, sabar Blek, kan udah perjanjian. Tapi santai barang selamat di dalam, sekarang kita tinggal goa aja, tuh Sarno udah nungguin, jangan sampe temen-temen dia curiga kalo dia bantu kita." Kata Krebo.
"Semua udah siap Bo?" Tanya Joni.
"Udah gua beresin semua, kita tinggal berangkat, eh apa tuh di pundak lu?" tanya Joni.
"Oh ini? Ini cem-ceman kita nanti Bo, ok punya" seringai Joni dan Krebo pun turut tersenyum. "Ayo kita berangkat nanti aku ceritakan di kapal" Kata Joni lagi
Dalam perjalanan laut Joni menceritakan kisahnya lari dari kejaran polisi dengan bersembunyi di mobil Jihyo. Lalu ia mengancamnya untuk mengantarkan dia ke pelabuhan. Namun melihat Song Jihyo seorang aktris cantik dan seksi membuat pikiran Joni berubah untuk tidak membunuhnya. Joni berpikir kapan lagi dapat menyetubuhi artis paling hot se korea ini.
"Laut aman Det?" Kata Krebo pada si sopir kapal.
"Beres Bos" sahut Codet.
"Eh Jon, la itu gimana mobil korban kita?" tanya Krebo.
"Beres Bo, tadi udah aku suruh Sarno urus tuh mobil. Bakal dia buang ke jurang nanti. Bo kali ini kita stop dulu aksinya. Polisi dah mulai waspada Bo, kalau tadi Codet nggak ngawasi dengan bener, bisa tewas kita semua." kata Joni.
"Hmmm..... boleh juga ide lo, apalagi ada" sahut Krebo melirik Jihyo yang kini terikat di kapal.
"Tapi sebelumnya kita "Bungkam" dia dulu hahaha..." tawa Joni licik.
###############################
Nude Photos
Selama di perjalanan laut, Joni dan Krebo mengerjai Jihyo yang sedang pingsan. Mereka telanjangi Jihyo sehingga tidak sehelai benangpun menempel di tubuhnya. Kemudian mereka pun turut telanjang dan bergantian berfoto dengan kamera hape milik condet bersama Jihyo yang sedang pingsan. Namun mereka licik. Hanya wajah Jihyo saja yang mereka perlihatkan dalam foto tersebut. Mereka tidak berlama-lama berfoto, takut meraba-raba tubuh seksi Jihyo yang kencang dan menggoda. Mereka sadar itu akan membangunkan Jihyo dan membuat keributan di tengah kapal boat kecil mereka. Segera mereka memakaikan baju Jihyo dan mengikatnya. Tak sampai 4 jam mereka telah sampai di sebuah pulau di lepas pantai Jawa. Meskipun pulau ini dekat dengan pulau Jawa, namun jarang ada orang singgah di pulau itu. Kalaupun singgah, hanya di pantai saja, tidak sampai masuk ke dalam hutan. Mereka memanfaatkan kondisi pulau yang sepi dan jarang dikunjungi orang tersebut untuk menyembunyikan harta mereka serta diri mereka hingga keadaan aman. Merekapun berjalan masuk ke dalam hutan. Tak jauh dari pantai terdapat sebuah rumah cukup besar, namun tersembunyi dibalik hutan. Mereka segera meletakkan barang-barang hasil rampokan mereka serta membaringkan Jihyo di sebuah ranjang. Kemudian mereka menutup pintu dan menguncinya.
“Ndet, jangan lupa kalo lu nanti ke kota, lu pantau situasi dan beli nih barang-barang buat si budak itu” seringai Joni.
“Beres bro, pokoknya nanti aku pulang kita pesta, lu didik dia dulu cara ngelayanin gue” balas Condet menyeringai.
#############################
Worst Nightmare Ever
“Mmmhhh…, eh, apa-apaan nih, dimana nih? Tolong…. Tolong…..tolong….” Jihyo terbangun dan kaget mendapati tangan dan kakiknya terikat di sebuah ruangan.
Ia menangis terisak-isak dan berteriak meminta tolong. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ada dua orang berperawakan tinggi dan hitam masuk ke ruangan itu, wajah mereka sangatlah buruk, membuat Jihyo terkejut dan membelalakkan mata kepada mereka.
“Selamat siang nona manis, eh udah bangun rupanya” seringai Krebo pada Jihyo.
“Si... siapa kalian..!!!” teriak Jihyo ketakutan.
“Hahaha... gak nyangka gue bakal sembunyi di mobil Jihyo yang seksi ini” tawa Bleki dari belakang Krebo.
“Ka.. kamu...” Jihyo terkejut, “Bukankah aku sudah mengantarkanmu, sekarang lepasin aku,” isak Jihyo memelas.
“Hahaha..., janjiku hanya tidak membunuhmu sayang, kalo lo mau idup, lo harus mau jadi budak kami Hahaha...” bentak Bleki pada Jihyo.
Mendengar itu, Jihyo merasa bak disambar petir di siang bolong, ia menangis,
“Jangan... jangan... pergi... atau.....” .
“Atau apa cantik? Silakan kamu teriak-teriak, ini di tengah hutan, tidak ada yang mau dengerin teriakanmu cantik Hahahaha....” bentak Krebo.
Melihat korbannya sudah tidak berdaya, Bleki pun mendekati Jihyo.
“Jangan pak...” isak Jihyo lagi.
Bleki tidak memperdulikan isak tangis Jihyo, ia memegang kaki Jihyo dengan kencang dan meraba-raba paha mulus Jihyo. Krebo pun tak mau ketinggalan, ia segera mendekat dan meraba-raba payudara Jihyo.
“Weh sekel juga ya punya lo, wakakaka.” seringai Krebo tak mempedulikan isak tangis Jihyo,
“Jangan Pak, jangan!”.
Krebo tidak mempedulikan Jihyo memelas, ia langsung mencium bibir mungil Jihyo dengan ganasnya, napas alkoholiknya membuat Jihyo kesuilitan bernapas. Bleki pun mengambil pisau lipat dari sakunya, ia segera merobek kaos putih Jihyo, menarik lepas bra Jihyo dengan paksa
“Auh...” lenguh Jihyo kesakitan.
Wreeeekkk.... kini ia mengarahkan rabaannya pada payudara mungil Jihyo sebelah kanan, sementara lidahnya segera menggelitik puting Jihyo sebelah kiri, membuat Jihyo meronta-ronta dan mencoba menendang mereka.
“Bajingann...” bentak Krebo, “ Eh lonte, asal lo tau ya, kami semua punya foto bugil lo, kalo lo gak nurutin kata-kata kami, kami sebar nih foto-foto lo di internet, biar lo mampus.” bentaknya kesal, dan membanting print-printnan foto yang ia cetak tadi pagi.
Jihyo pun terkaget, hatinya berdegub bertambah kencang bak genderang perang. Dia pun kembali terisak membayangkan jika foto itu sampai tersebar.
“Bagus, sekarang lo harus nurutin semua apa perintah kita.” sahut Krebo sambil melepas ikatan tali pada Jihyo. “Sekarang lo minum nih obat, ini obat anti hamil, biar lo gak hamil di sini.” bentaknya.
Jihyo menurut dan meminum sebutir kapsul yang dikeluarkan Krebo dari sakunya.
“Bagus, sekarang lepas hotpants sama CD lo, kami pingin liat lo bugil” tambahnya.
“I… Iya pak” kata Jihyo.
Jihyo kini mulai melepas hotpantsnya. Bleki menelan ludah melihat pemandangan Jihyo mengenakan celana dalam putih saja. Jihyo meneruskan dengan menarik perlahan CDnya turun. Kini ia benar-benar telah bugil dengan muka merah dan kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi payudara dan vaginanya.
“Eh lonte, ngapain lo tutupin? Buka tangan lo! Mau mampus lo!” teriak Bleki seraya menunjuk foto Jihyo.
“Baik Pak” Isak Jihyo memerah dan membuka tangannya.
“Eh lonte, panggil kami semua tuan! Mengerti!” tambah Bleki galak.
“Baik tuan” Kata Jihyo. “Bagus, sekarang aku pingin liat memek lo, sekarang lo nungging kayak anjing, paham!” tawa Krebo.
Jihyo pun menunggingkan pantat seksinya, memperlihatkan lubang surgawinya yang merah muda ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus.
“Bo, yang ini bagianku dulu, lo bagian depan sonoh” kata Bleki tak sabar.
“Hehehe…beres” Krebo segera mendekati mulut Jihyo.
Dia segera melepas celananya dan memukul-mukulkan batang kemaluannya ke muka Jihyo.
“Gila besar punya ini orang, item, bau lagi” isak Jihyo dalam hati.
Penis Krebo berwarna hitam, sepanjang 30 cm, tapi diameternya tidak terlalu besar. Yang agak membuat Jihyo eneg adalah bulunya yang ternyata juga kribo.
“Nah lonte, sekarang lo jilatin nih penis gue, kayak lo jilatin lollipop, terus lo emut-emut” bentak Krebo.
Jihyopun mulai menjilati Penis Krebo. Ia menjilatinya seperti anak kecil menjilati permen. Ia tempelkan lidahnya mulai dari batangnya, kemudian ia seret lidahnya ke atas menyusuri lekuk penis Krebo yang hitam,
“Bagus, gitu lonte. Sekarang lo emut kontol gue” seringai Krebo.
Jihyopun menurut, segera ia kulum penis Krebo dan menaik turunkan kepalanya seolah mesin penghisap debu.
“Bagus, sekarang taruh lidah lo di lubang kencing gue, terus lo emut ampe gue puas” perintah Krebo.
Jihyo pun menurut. Bagi Jihyo ini sangatlah menjijikkan, tapi bagi Krebo, penisnya mendapatkan sensasi dari pijatan-pijatan mulut Jihyo dan tekanan lidah Jihyo pada lubang kemihnya. Ketika Jihyo sedang fokus melayani Krebo, tiba-tiba ia terkejut karena Bleki baru saja mengelus bibir vaginanya. Ingin ia berteriak, namun Krebo yang tanggap segera mencengkeram kepala Jihyo dan memaju mundurkannya membuat Jihyo hampir tersedak.
“Ohohoho… kupikir semuar artis korea itu lonte, pada gak perawan, tapi ternyata lo masih perawan, hahaha…” Bleki yang baru saja mengobok-obok vagina Jihyo tertawa begitu membuka vagina Jihyo dan melihat selaput daranya yang masih utuh.
Blekipun kembali mengobok-obok vagina Jihyo. Dirabanya klitoris Jihyo dan dipilin-pilinnya dengan keras membuat Jihyo kaget dan tersedak penis Krebo.
“Mmmpphhh….mmmppphhh” desah Jihyo tersumbat penis.
Blekipun mulai memasukkan jari-jarinya lebih dalam lagi. Ia korek setia mili lembah kenikmatan Jihyo mencari tonjolan-tonjolan G-Spot Jihyo. Tidak lama kemudian, Bleki menemukannya. Ia menyeringai dan segera menggosokkan jari jemarinya ke dalam G-Spot Jihyo dengan cepat. Serangan-serangan yang Bleki lakukan membuat Jihyo terangsang hebat.
Jihyo berteriak-teriak walaupun mulutnya tersumpal penis Krebo sementara tubuhnya melenting-lenting. Hingga akhirnya; “Crrrroottt….Crrshhh…..Mmpphhhh….” Tubuh Jihyo melenting ke depan, otot-otot vaginanya menegang menjepit erat jemari Bleki, dan sekelompok nectar lezat mengalir deras dari vagina Jihyo bak air terjun. Sementara Bleki melepaskan jemarinya dan segera menempelkan mulutnya pada vagina Jihyo untuk menyeruput nektar kesukaannya.
“Sruuupppsss…sssrppppss… Ah.. eh lonte memek lo wangi juga ya, hahaha…” teriak Bleki seraya menyeruput vagina Jihyo dengan rakusnya.
Lidahnya bahkan menelusuri setiap mili vagina Jihyo, memastikan tidak ada nectar yang terbuang. Sementara itu Jihyo merasa lemas akibat orgasme hebat yang melandanya tadi sementara tubuhnya masih berkelojotan menikmati sisa-sisa orgasme yang dahsyat. Melihat korbannya lemas, membuat Bleki bertambah semangat. Ia segera meremas pantat Jihyo, menamparnya beberapa kali, dan mengangkatnya sedikit ke atas. Lalu ia segera menyiagakan penisnya untuk menghujami vagina Jihyo. Sementara itu Jihyo yang tenaganya terkuras hanya mampu pasrah dan mengiba. Namun Krebo segera menjambak rambut Jihyo dan membuatnya mengulum penisnya.
“Dasar lonte, lo itu budak kami, lo harus turuti apa perintah kami. Lah… Entar lo juga suka ama kontol dan peju kami, sekarang lo nikmatin aja, dasar Lonte.” Bentak Krebo.
Bleki yang sudah sangat bernafsu segera menghujamkan penisnya pada vagina Jihyo.
“Slebb…Ngghh….” jeritan Jihyo teredam oleh penis Krebo.
Tubuhnya melenting ke atas. Air mata mengalir dari sela-sela matanya dan darah segar tanda bobolnya kesucian dirinya membahasi paha dan penis milik Bleki. Jihyo hanya mampu menangis meratapi kesuciannya yang telah hilang. Kini rasa sedih dan sakit bercampur aduk dalam dirinya. Kini penis seorang penjahat kotor telah merenggut keperawanan dan mengisi penuh vaginanya. Bleki kini menikmati remasan vagina perawan Jihyo yang baru saja ia bobol.
“Ahh… lonte, enak banget memek lo, ssseeempiittt…memek artis terkenal memang nikmattt… hahaha….” tawa Bleki kegirangan.
Kedua tangannya meremas-remas dan menampar pantat sexy Jihyo. Setelah puas, ia pun menggenjot Jihyo dengan perlahan dan berirama. Setiap tusukan ke lima ia menekankan penisnya hingga mentok mencium pintu rahim Jihyo. Sementara kini tangan kanannya berpindah membelai-belai payudara mungil Jihyo yang bergelantungan, sementara tangan kirinya masih sibuk meremasi pantat padat Jihyo. Perlahan namun pasti vagina Jihyo mulai menerima rangsangan ini. Perlahan rasa sakit mulai tergantikan oleh perasaan nikmat dan horny yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Vaginanya mulai basah akibat lendirnya yang mulai banjir melumasi otot-otot penis perkasa Bleki. Jihyo sudah konsen pada isapannya, penis Krebo dibiarkannya mengacung di depan mukanya, sementara itu ia mendesah-desah keenakkan.
“Akhhhh…. Uhhh…. Ohhhh… Ssshhhh….Awwhhh…” Jihyo terkejut, ia menggigit bibir mungil seksinya.
Bleki kini mengganti iramanya dengan menarik perlahan penisnya lalu membenamkannya dengan cepat hingga penisnya mencium pintu rahim Jihyo. Berulangkali Bleki melakukannya membuat Jihyo kelojotan tak karuan. Serangan bertubi-tubi pada pintu rahim membuat sang pintu mulai membuka. Penis Bleki yang tadi tidak masuk sepenuhnya kini amblas menyeruak seluruhnya kedalam rahim Jihyo membuat Jihyo berteriak, matanya mebelalak, dan punggungnya melenting seksi
“Hhhiiiaaaahhhhhhhh…..” teriaknya.
Bersamaan dengan itu vaginanya mulai berkedut-kedut, otot-ototnya menegang, cairan menyembur, namun tertahan oleh desakan Penis Bleki yang perkasa, membuat mengalir merayap melalui selangkangan Jihyo dan paha Bleki. Sementara Bleki masih membenamkan penisnya pada rahim Jihyo. Jihyo mengalami orgasme hebat karena mengalami sensasi tak terkira saat rahimnya dimasuki oleh penis Bleki, ia mendapatkan multi orgasme yang belum pernah ia rasakan. Tubuhnya ambruk, dan ia berkelojotan tak karuan. Sementara itu Bleki masih memegang pinggul Jihyo. Kini Bleki membalik tubuh Jihyo dengan penis masih tertanam dalam vaginanya. Ia mulai menggenjot Jihyo dengan tempo cepat. Bunyi kecipak penis yang menghujami vagina yang telah becek menggema dalam ruangan. Jihyo telah pasrah, tenaganya telah habis terkuras pada orgasmenya yang kedua. Ia hanya bisa pasrah Bleki menggarapnya dengan tempo cepat. Sementara tangan kirinya menyentil-nyentil putingnya yang sebelah kanan dan lidah Bleki memainkan dan menjilati payudara mungil Jihyo, serta mengigiti putingnya yang sebelah kanan. Kedua putingnya kini yang merah muda kini telah mengeras oleh serbuan Bleki.
“Aaakkkhhhhh……” Jihyo pun menjerit horny mengalami orgasme hebatnya yang ketiga.
Refleks kakinya ia lingkarkan pada pinggul Bleki dan ia peluk kepala Bleki, membuat penis Bleki semakin terbenam pada rahim Jihyo dan ia makin ganas mengigiti putting Jihyo. Semburan lendir kewanitaanya pun mengucur dari sela-sela vaginanya yang terisi oleh penis Bleki. Seluruh otot di badannya bergetar kelojotan membuat Bleki horny dan segera mencium bibir seksi Jihyo. Sensasi diperkosa oleh orang yang tak dikenalnya, ditambah serangan-serangan dahsyat pada organ kewanitaannya membuat otot-otot vagina Jihyo semakin mengencang. Meremas-remas dan memijat penis Bleki seolah memintanya untuk mengeluarkan maninya. Bleki yang tentu saja sangat terangsang oleh perlakuan Jihyo tidak kuat menahan gempuran otot-otot vagina Jihyo. Ia pun menyemburkan spermanya dengan deras ke dalam rahim Jihyo. Sensasi rahimnya terisi penuh oleh penis Bleki, sperma yang muncrat, serta ciuman pada bibir, dan remasan tangan pada payudaranya membuat Jihyo mendapatkan multi orgasme. Tubuhnya kembali bergetar hebat tak keruan, vaginanya bak berubah seolah mesin vacuum yang harus memompa habis isi penis Bleki. Usai semburan penis Bleki yang terakhir. Ia menarik keluar penisnya yang separuh loyo. Ia lalu menyodorkan penisnya yang masih belepotan peju ke mulut Jihyo.
“Bersihin nih kontol gua lonte,” Bentaknya pada Jihyo.
Jihyo yang lemas setelah digempur oleh Bleki hanya menurut dan mengulum penis Bleki pada mulutnya, membersihkan sisa-sisa sperma berbau khas dari penis Bleki. Sementara itu Krebo tertawa-tawa melihat Jihyo yang masih berkelojotan keenakan. Krebo yang dari tadi menahan Horny melihat persetubuhan Bleki dengan Jihyo kini mulai meminta jatah. Dia siagakan penisnya pada lubang kenikmatan Jihyo. Sementara Jihyo hanya mampu merintih pelan. Jihyo pasrah membayangkan tubuh moleknya bakalan ditusuk-tusuk oleh penis Krebo yang lebih tebal dan berurat ketimbang Joni. Memang tidak sepanjang milik Joni, namun cukup untuk mengisi penuh liang senggamanya. Perlahan ia merasakan kepala penis Krebo memasuki liang senggamanya. Namun setelah seluruh kepala penisnya amblas, Krebo menyentakkan pinggulnya membuat penisnya menusuk liang vagina Jihyo, membuat penisnya mencium pintu rahim Jihyo. Jihyo mendesah antara horny dan sakit. Punggungnya kembali melenting ke atas membuat payuudaranya membubung dengan indah dan langsung diremasi oleh Krebo yang bertambah horny melihat pemandangan itu. Bagi Jihyo sisa-sisa kenikmatan gempuran Bleki masih tersisa dalam memorinya, nafsunya masih di ujung kepala.
Hanya sebentar saja rasa sakit itu hilang, sisa-sisa sperma Bleki yang luber dan multi orgasmenya tadi telah membantu vaginanya menerima penis Krebo. Namun tetap saja, penis Krebo terlalu tebal untuk mengisi vagina Jihyo. Membuat Jihyo mampu merasakan setiap urat dan otot penis Bleki yang terbenam di dalam vaginanya. Sementara itu, Krebo yang sudah sangat bernafsu segera menusuk-nusukan penisnya dengan cepat, sementara kedua tangannya masih meremas-remas dan mempermainkan putting payudara Jihyo. Otak Jihyo kini dipenuhi oleh serbuan rangsangan-rangsangan Krebo. Rasa kagetnya mendapat penis Krebo menghujami liang senggamanya, menggesek-gesek seluruh liang vagina dan G-spotnya dengan brutal. Sensasi yang ia dapat dari rangsangan puting payudaranya. Krebo kini bahkan memilin-milin putting Jihyo yang sebelah kanan dan mengigiti putingnya yang sebelah kiri dengan ganas.
Meskipun secara nalar Jihyo menolak perkosaan tersebut, namun naluri alamiahnya lebih jujur. Jihyo benar-benar horny. Tubuhnya kembali berkelojotan menghadapi gemuran Krebo yang tak kenal ampun. Ternyata jauh didalam dirinya, Jihyo adalah seorang sluties. Tanpa sadar ia mulai menerima perkosaan brutal yang kini menimpa dirinya. Kini Jihyo mulai mendesah-desah horny. Jihyo segera meraih orgasmenya yang pertama saat disetubuhi Krebo. Kembali Jihyo berteriak, mendesah dan melentingkan tubuhnya ke atas. Jihyo bahkan memeluk dan menyambut french kiss Krebo dengan ganas sementara tubuhnya masih bergetar karena orgasme. Krebo tidak puas hanya dengan posisi misionaris. Kini ia mengangkat tubuh Jihyo, menaruh tanganya pada pinggul Jihyo. Kini Krebo menggendong Jihyo dan menyetubuhinya dalam posisi berdiri, ia langsung menggenjot Jihyo dengan cepat membuat penis beruratnya semakin menghujami liang senggama Jihyo lebih dalam. Sementara mulutnya tidak pernah lepas dari putting payudara dan bibir Jihyo.
“Oughh… yess… ahhh…,” Jihyo mendesah-desah dengan keras.
Tiba-tiba Krebo menghentikan genjotannya,
“Uuhhh… ohhh… terusin pak,” lenguh Jihyo tanpa sadar.
Mendengar apa yang baru saja ia katakan membuat jantung Jihyo seolah berhenti seketika. Jihyo merasa jijik dengan dirinya. Bagaimana mungkin Jihyo takluk pada dua orang rendahan macam mereka. Namun kenyataannya tubuh Jihyo lebih jujur. Jihyo sebetulnya menikmati persetubuhan itu. Namun gengsinya yang tinggi membuatnya teralih. Krebo yang mendengar pengakuan Jihyo pun tertawa terbahak-bahak. Ia bahkan menghina Jihyo,
“Lonte… lonte… ternyata lo doyan kontol juga ya? Hahaha…kenapa lo gak jujur aja dari awal lonte… Hahahaha…”
Jihyo hanya terdiam, pikirannya campur aduk, air mata mengalir dari ujung matanya. “Heh lonte, klo lo gak mau jujur, gua bakalan siksa memek lo sampe lo jujur,” bentak Krebo.
Segera ia genjot Jihyo dengan tempo cepat, membuat Jihyo kembali mendesah-desah dan kelojotan. Penis tebalnya kembali mengoyak-koyak liang kenikmatan Jihyo, membuat nafsu Jihyo kembali ke ujung kepala. Namun, tepat sebelum Jihyo mengalami orgasmenya, Krebo menghentikan genjotannya, membuat nafsu Jihyo yang sudah di ubu-ubun kembali turun. Kemudian Krebo kembali mengoyak vagina Jihyo dengan brutal dan kembali menghentukannya ketika Jihyo akan orgasme. Berkali-kali Krebo menyiksa Jihyo dengan liciknya sehingga akhirnya Jihyo pun menyerah. Ia mulai menggerakkan pinggulnya naik turun saat Krebo menghentikan genjotannya. Jihyo kini memelas pada Krebo, memohon padanya untuk terus menyetubuhinya. Perasaan horny yang nanggung dan orgasme yang tak kunjung tiba membuatn pikiran Jihyo tersiksa. Jihyo pun terisak memohon,
“Hhhh…. Ssshhh… teruss…pliss”.
“Lonte… lo mohon dulu pake bahasa yang nakal, kalo gua enak dengernya, gua puasin memek lo hahaha…” bentak Krebo.
“Tuan, Jihyo mohon, tolong beri hukuman pada memek Jihyo yang nakal ini” isaknya memelas.
“Hahaha… lonte… lonte… akhirnya jujur juga lo” teriak Krebo penuh kemenangan.
Krebo kembali menggenjot Jihyo dengan brutal membawa Jihyo mencapai sebuah multi orgasme dari kumpulan-kumpulan orgasme yang tersimpan tadi. Vagina Jihyo kini benar-benar telah banjir. Penis Krebo yang keluar masuk vagina Jihyo kini terlihat mengkilat. Namun tampaknya vaginanya masih terisi penuh oleh penis Krebo yang kembali mengantarkan orgasme bagi Jihyo dalam waktu 10 menit. Melihat Jihyo yang kini terkapar pasrah dalam dekapannya membuat Krebo makin ganas. Tusukan penisnya makin cepat, mencapai kecepatan maksimum. Tubrukan antara pantat Jihyo dengan pinggulnya membuat suara becek yang khas. Jihyo bertambah kelojotan mendapatkan serangan maksimum dari Krebo.
Jihyo tanpa sadar kini telah memeluk Krebo dan menciumnya. Sementara itu vaginanya terus menerus banjir orgasme akibat ulah Krebo. 15 menit setelah itu, Krebo menggeram. Ia mencengkeram pantat Jihyo dengan keras dan menghujamkan penisnya dalam-dalam pada vagina Jihyo membuat kepala penisnya kini membuka sedikit lubang pada rahim Jihyo. “Sprutt… sprutt…sprutt…” lahar panasnya kini mengisi rahim Jihyo. Bersamaan dengan itu Jihyo kembali meraih multi orgasme. Ia tempelkan dadanya pada tubuh Krebo sementara itu ia masih terus mencium Krebo dengan ganasnya. Kini hanya nafsulah yang menguasai pikiran Jihyo. Jihyo tidak peduli lagi dengan keadaannya. Jihyo hanya ingin terpuaskan pada saat itu. Setelah semua laharnya telah mengalir ke rahim Jihyo, Krebo pun mencabut penisnya dari vagina Jihyo. Krebo menyodorkan penisnya di depan mulut Jihyo. Jihyo paham apa yang harus ia lakukan, dengan lemas segera Jihyo menjilati sisa-sisa sperma yang bercampur dengan cairan kewanitaanya. Jihyo menjilati penis Krebo hingga bersih. Bleki yang tadi hanya melihat persetubuhan Jihyo kini telah bangkit. Penisnya yang berotot mengacung tegak mendekati Jihyo yang terlentang pasrah. Bleki segera mengangkat pinggul Jihyo dan menyiagakan penisnya. Perlahan Bleki memasukkan penisnya ke dalam liang kenikmatan Jihyo. Jihyo hanya mendesah-desah tak keruan, vaginanya masih banjir, dan kini penis berotot Bleki telah siap untuk memuaskannya. Jihyo kembali merasakan penis berotot Bleki memasuki liang kenikmatannya perlahan. Ketika penis Bleki hampir mentok, ia menyentakkannya membuat Jihyo menggelinjang ke depan dan mendesah dengan keras. Bleki mendiamkan penisnya selama beberapa saat, lalu ia mengangkat pinggul Jihyo dan berdiri. Bleki menggerakkan penisnya perlahan, ia kini menggarap Jihyo dalam posisi berdiri. Dalam posisi itu, tentu saja penis Bleki menusuk makin dalam ke dalam liang kenikmatan Jihyo. Tiba-tiba Bleki menghentikan sodokannya. Bleki melirik kearah Krebo dan berujar,
“Masih lowong satu Bo, ha ha ha…”
Jihyo tersentak mendengarnya. Namun apa daya, ia sudah lemas dan kepalang tanggung. Tubuh Jihyo telah benar-benar “on”. Krebo berjalan mendekati Jihyo. Matanya yang berkilat-kilat dan penisnya telah kembali mengacung tegak, siap menggarap lubang anus Jihyo.
Segera Krebo tempelkan kepala penisnya pada lubang anus Jihyo. Perlahan penis Krebo kini mulai menyeruak masuk ke dalam anus Jihyo. Sementara Jihyo merintih kesakitan, matanya mulai menitikkan air mata. Perasaan hornynya kini telah berkurang karena rasa sakit. Ingin Jihyo melawan dan berteriak, namun Jihyo sudah kehabisan tenaga akibat di garap dua penis perkasa tadi. Jihyo kini hanya pasrah dan menitikkan air mata.
“Bleshh…” penis Krebo kini telah amblas seluruhnya dalam anus Jihyo. Krebo sengaja mendiamkan penisnya, ia kini sedang beradaptasi dengan anus Jihyo, dan meracau menikmati sempitnya dan hangatnya lubang anus Jihyo. Sementara itu Bleki kembali menggoyangkan pinggulnya membuat penisnya kembali menghujami liang kenikmatan Jihyo. Tak berapa lama Krebo turut menggoyangkan pinggulnya. Beruntung cairan kenikmatan Jihyo banjir mebasahi daerah sekitar anus. Membuat penis Krebo mendapat pelumas untuk leluasa bergoyang. Rasa sakit yang tadi mendera Jihyo kini telah berkurang. Mulai tergantikan oleh rasa nikmat yang mengalir dari lubang anus dan liang kewanitaanya. Jihyo yang tadi merintih-rintih sakit, kini mulai kembali mendesah-desah. Sementara itu, Krebo dan Bleki yang kini sudah dapat beradaptasi mulai menaikkan ritme mereka. Tubuh Jihyo yang lemas tak berdaya dalam dekapan mereka kini terlenting-lenting oleh tusukan dua penis perkasa itu. Hanya dalam lima menit Anges mengalami banjir orgasme dibarengi dengan desahan hebat.
“Ha ha ha… Lonte, akhirnya lo jujur juga” bentak Krebo penuh kemenangan, “Molot atas lo mang terserah mau bacot apa, tapi molot bawahmu itu yang paling jujur ha ha ha…Lonte pembohong kayak lo mang pantas kena hukuman ha ha ha…”.
Sebenarnya perkataan-perkataan kasar mereka membuat Jihyo ingin menangis, namun Jihyo tidak mampu. Tangisannya tertelan oleh gelombang birahi yang kini telah melandanya. Yang keluar dari mulut Jihyo kini adalah desahan-desahan nikmat. Sementara itu vaginanya terus menerus banjir orgasme akibat dari tusukan-tusukan kasar kedua rampok tersebut.
”Gilee Bo, memek nih tambah sempit memek nih lonte, gue mau keluar Bo”, racau Bleki keenakan.
“Sa…sama Blek, gue juga mau nyampe nih.” timpal Krebo.
Mereka berdua semakin mempercepat tusukannya. Setelah satu menit, keduanya menusukkan kedua penis mereka dalam-dalam.
“Crroootttt….crottt…crrooott…” sperma keduanya menyeruak mengisi anus dan rahim Jihyo.
“Aaahhhh….sshhh….oohhhhhh….ohhhhh….” Jihyo berteriak mendesah, tubuhnya kembali terlenting.
Jihyo kembali mendapatkan orgasme yang dahsyat. Setelah beberapa menit barulah tubuh Jihyo ambruk kedalam pelukan Bleki.
“Hahaha… gila nih Lonte, tubuhnya masih kelejotan. Gimana rasanya di perkosa dua kontol super heh lonte!!” bentak Bleki mengejek.
Namun Jihyo tidak menjawab. Yang terdapat di dalam pikirannya saat ini adalah rasa nikmat yang mengantarkannya hingga langit ke tujuh. Bleki dan Krebo tertawa melihat Jihyo hanya kelojotan. Mereka segera mencabut penis mereka dan membawa Jihyo menuju sebuah kamar mandi. Di sana, mereka membasuh tubuh Jihyo dan menyabuninya. Mereka tetap ingin Jihyo bersih dan wangi sehingga membangkitkan gairah mereka untuk memperkosa Jihyo. Namun acara mandi tersebut juga dibarengi dengan rabaan-rabaan kearah daerah sensitifnya. Bahkan bibir Jihyopun tak luput dari ciuman maut keduanya. Hanya saja mereka menahan diri untuk tidak kembali memperkosa Jihyo. Kali ini cukup bagi mereka. Krebo menggotong Jihyo kembali ke kamarnya. Dia memakaikan kembali baju Jihyo. Namun kali ini tanpa pakaian dalamnya. Setelah itu ia kembali mengikat tangan dan kaki Jihyo dan mebiarkannya terlelap pada sebuah ranjang empuk di pojokan ruangan tersebut. Jihyo yang terlalu kecapaian langsung terlelap. Ia merasa tidak punya tenaga lagi untuk berteriak ataupun bergerak. Kini ia mulai menutup matanya perlahan dan terlelap.










Comments
Post a Comment