Bambam Si Anak Pungut

 


Nama-ku Bambam, semenjak berumur empat tahun aku diangkat anak oleh keluarga keturunan Korea karena ibuku yang adalah pembantu keluarga mereka meninggal akibat kebocoran gas, sedangkan ayahku yang tidak bertanggung jawab telah pergi meninggalkannya sejak aku di kandungan ibuku, bahkan melihat wajahnya pun aku tidak pernah. Keluarga ibuku di kampung terlalu miskin sampai mengurus keluarga mereka pun sulit sehingga keberatan menerimaku. Untunglah keluarga majikan ibuku cukup baik dengan mengangkatku sebagai anaknya, mereka sangat menyayangiku namun semenjak kelahiran anak perempuan mereka perlahan namun pasti perhatian dan kasih sayang mereka kepadaku mulai berkurang, nama anak perempuan mereka Hyewon, perhatian mereka yang berlebih kepada Hyewon membuat Hyewon tumbuh menjadi seorang gadis yang tinggi hati. Jika ada masalah orang tuaku selalu memenangkan Hyewon dan menyalahkanku. Oleh karena Orang tua angkatku sibuk berbisnis mereka tidak memperhatikan perkembangan Hyewon yang semakin hari semakin buruk dan walaupun aku berusia lebih tua dibandingkan usia Hyewon tetapi Hyewon tidak memandang sebelah mata kepadaku. Hal ini terus berlanjut sampai Hyewon berusia 15 tahun dan aku berusia 18 tahunan, Hyewon duduk di kelas 3 SMP sedangkan aku duduk dikelas 3 SMU. Hyewon kini tumbuh menjadi seorang gadis yang benar benar cantik dan bodynya benar benar membuat jantung-ku selalu berdetak dengan kencang. Sedangkan aku sendiri tidak ada bedanya dengan pembantu seperti kedua orang tua kandungku

Hari itu benar benar cerah dan aku mendengar langkah Hyewon yang baru pulang sekolah , seperti biasanya Hyewon melepas sepatu dan kaus kakinya dengan sembarangan dilemparkan entah kemana “Heh!!! Bambam beresin tuh , aku mau isitirahat dibelakang jangan berani ganggu!!!” Hyewon membentakku Aku dengan tenang membereskan sepatu dan kaus kaki Hyewon , semula jika Hyewon melakukan hal seperti itu aku selalu kesal namun kini aku tidak merasa kesal lagi kepada Hyewon, karena aku mengetahui rahasia Hyewon , bahkan Orang tua Hyewon tidak mengetahui rahasia ini. Aku tahu bahwa sebentar lagi Hyewon akan mempertontonkan sesuatu yang bisa membuatku terhibur dengan perlakuannya yang memang benar benar kasar. Rahasia kecil Hyewon : gadis itu suka membaca majalah dewasa yang entah didapatkannya dari mana dan hal ini cuma aku saja yang tahu ! tapi ini cuma rahasia kecil masih ada rahasia yang lebih besar. Rahasia ini rahasia istimewa dengan pemeran utama wanitanya Hyewon , Hyewon lebih asik dan wah ketimbang pemain Film Blue.

Setelah selesai membereskan sepatu Hyewon, aku cepat cepat menyelinap kebelakang, dan aku segera mengambil tempat biasa dibalik pohon besar yang ada dikebun belakang rumah itu. Aku menanti dengan sabar dan aku melihat pemeran utama wanita sudah mulai kelihatan, Hyewon kulihat memeriksa keadaan sekeliling dan aku menggeser posisi-ku sehingga tidak kelihatan oleh Hyewon, setelah yakin aman kulihat Hyewon duduk dengan santai dibangku kebun sambil membuka sebuah majalah kesukaannya , sambil duduk Hyewon semakin mengangkangkan pahanya , hal ini tentu saja membuat mataku melotot melihat isi rok seragam Hyewon dan kini Wow Hyewon membuka kancing bajunya satu persatu sehingga mataku semakin terbuka lebar melihat tingkah laku Hyewon yang semakin membuatku terangsang , Hyewon mulai meremas remas buah dadanya sendiri,


tiba tiba aku-pun berpikir mungkin hal ini yang membuat buah dada dan body Hyewon semakin menggiurkan. Aksi Hyewon semakin meningkat ia menarik kain segitiganya dan gilanya tangan Hyewon mulai mengusap ngusap dengan lembut daerah kemaluannya dan aku mendengar Hyewon mendesah desah dengan hebat “Ahh…hhhhsshh!” Hyewon mengeliat geliat perlahan dan tubuh Hyewon tampak mengejang dengan kencang selanjutnya terkulai lemas, aku melihat sesuatu meleleh dari milik Hyewon. Aku bertanya – tanya kenapa Hyewon enggak menyuruhku untuk membersihkan cairan putih kental yang pasti terasa enak dimulut-ku, kalau aku disuruh Hyewon aku pasti bersedia membersihkan daerah vagina Hyewon dengan lidahku sampai benar benar bersih. Setelah selesai Hyewon dengan tenang bangkit dan merapikan pakaiannya, kemudian ia berlalu menuju kamarnya yang terletak dilantai dua. Rahasia Hyewon yang satu ini yang paling asik dan paling ku sukai, bisa dibilang aku adalah satu – satunya orang yang mengetahui peristiwa hebat yang sudah dilakukan oleh Hyewon. Terus terang semenjak aku sering mengintip Hyewon aku sering masturbasi dengan membayangkan sedang melakukan hal – hal yang mengasikkan bersama dengan Hyewon…duhhhh Hyewon aaah!!!!!!Pikiranku selalu ngeres jika mendengar nama itu disebut ! Ahhh.

Hari itu sepertinya hujan akan turun dengan lebat, untungnya aku sudah sampai dirumah terlebih dahulu, mata-ku memandang tidak tenang , bisa – bisa batal dehh pertunjukan hari ini, walaupun batal cuma sehari tapi aku merasa was – was. Hujan mulai turun disertai bunyi petir bersambutan , aku mendengar suara orang berlari – lari “Brengsekkk Bambam!!!” Aku mendengar Hyewon berteriak memanggil namaku “Ambilinn handuk cepetttttt….!!!!” Hyewon memerintahkan-ku mengambil handuk , aku menuruti keinginannya. Hyewon tampak cemberut dan seperti biasanya melempar sepatunya dimana – mana “Huuuuhhh hujannn brengsekkkk…. Bambam cepeeett!!! Dasar” Hyewon dengan kasar merebut handuk yang kuambilkan. Aku melihat Hyewon tampak tidak tenang menunggu hujan berhenti dan ia sering menengok kebun dibelakang rumah , aku sudah tahu Hyewon pasti sudah enggak sabar untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam isi rok SMPnya. Agak lama juga hujan baru berhenti dan aku melihat wajah Hyewon tampak senang melihat hujan sudah berhenti “Hehh bambang kamu jangan berani mengganggu-ku, aku mau istirahat dikebun belakang Ngertiiiii!!! Awass kalau kamu menggangu”Hyewon membentakku. Aku melihat Hyewon berlalu kekamarnya dan dengan tergesa gesa aku segera mengambil posisi mengintai karena hujan lebat maka tanah ditempatku mengintai menjadi becek dan licin tentu saja hal ini membuatku semakin berhati – hati, tidak berapa lama aku melihat Hyewon , dengan santai ini duduk dibangku kebun dan mengeluarkan majalahnya, Aku melihat Hyewon mulai bergerak dengan erotis sambil meremas – remas buah dadanya sendiri.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat yang lebih Syurrr!!!.. tapi entah kenapa kali ini Hyewon cuma meremas – remas buah dadanya dengan gerakan yang erotis, Aku menunggu cukup lama sambil ngos – ngosan melihat gerakan – gerakan Hyewon dan akhirnya setelah lama sekali aku menunggu….. Aku melihat Hyewon mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan menyibakkan Rok Seragam SMPnya keatas… Glek aku menelan ludah menyaksikan Pemandangan yang selalu kutunggu – tunggu bila Hyewon pulang sekolah , Uhh…rupanya Hyewon sudah siap melakukan sesuatu, Wow…mataku sampai melotot melihat Hyewon mulai mengelus – ngelus bagian kemaluannya yang masih tertutup kain segitiga berwarna putih dengan lembut disertai erangan erangan yang benar benar membuatku terangsang berat , Hyewon semakin mengangkang


dan tiba – tiba “Pleset… Blukkkk…” Aku terpeleset.
“Aaaawww!!” Hyewon menjerit karena kaget ia segera merapikan pakaiannya yang terbuka disana – sini. “Bambammmmmmm!!!! Brengsekkk daasarrr anak punguttt!!!”Hyewon memaki diriku yang terdiam dan “Plakkkkk… Plakkkkkkkkk”Hyewon menamparku sehingga aku terjatuh ditanah yang berlumpur kemudian Hyewon dengan kesal berlalu meninggalkanku. Perlahan – lahan aku bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, pakaianku kotor oleh Lumpur ,dikamar mandi sambil melamun aku membasuh diriku sampai benar – benar bersih, aku memikirkan kata – kata Hyewon yang sangat menyakiti hatiku , amarahku membara sepanas lahar gunung berapi, selain itu entah kenapa kemaluanku semakin panjang dan tegang karena selalu mengingat pemandangan yang benar-benar menggairahkan.

Entah apa yang kupikirkan , aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat dan naik kelantai dua menuju kamar Hyewon. Aku melihat Hyewon sedang memejamkan matanya sambil bermalas – malasan diatas ranjang, pintu kamar Hyewon terbuka lebar , dengan perlahan aku mendekati kamar Hyewon dan dengan hati – hati aku menutup dan mengunci pintu kamar Hyewon “Klikkk”Suara kunci terdengar dengan cukup jelas, Hyewon terbangun karena mendengar kunci “kyaaahh…..” ia terkejut melihatku berdiri dengan telanjang bulat namun itu Cuma sesaat selanjutnya ia marah besar “Hehhh…. Bambamm kamu ngapainnn… keluarr!!!!!! Dasar kacung rendahan!” Hyewon menghampiriku dan hendak menamparku “Aduh…. Brengsekkkkkk!!!!”Hyewon meringis ketika aku menangkis tamparannya rupanya ia kesakitan. Aku tersenyum menangkap tangan Hyewon yang berusaha menamparku lagi kemudian aku bertarung dengannya , Hyewon mencakar – cakar sampai tubuhku terluka dimana – mana terutama dibagian pundak dan dadaku namun akhirnya aku menang karena Hyewon kini berhasil kutaklukkan dan kuikat kedua tangannya pada pinggiran ranjang dengan seutas kain yang kusobek dari kelambu di kamar Hyewon. “Bambam lepasinnnnn…kurang ajar Bambam” Hyewon meronta – ronta “Hehhhh dasar tuliii… denger ngakk!!!!”Hyewon meronta dengan sekuat tenaga namun aku dengan tenang berlutut dipinggiran ranjang dekat kaki Hyewon , mataku menjelajahi tubuh Hyewon tanganku terjulur mengelus kaki Hyewon “Aduhhh Hehhhh dasar ngak tahu diri… jangan kurang ajar kamu…. Anak pungut!!!!”Hyewon menendang tanganku dengan kakinya. Biarpun ditendang hal itu tidak membuatku jera aku kembali berusaha menjamah kaki Hyewon sambil kini menyibakkan rok seragam.

Mataku melotot melihat kemulusan paha Hyewon wahhh!…Hyewon berusaha menendang lagi kali ini aku menangkap pergelangan kaki kirinyanya, karena kaki kirinya tertangkap Hyewon menendanggkan kaki kanannya , tapi itu semuanya sia – sia aku dengan mudah menangkap kaki Kanan Hyewon. Kedua tanganku mengangkangkan Kaki Hyewon dan mulutku menciumi paha dan kaki Hyewon yang masih meronta – ronta dan berteriak teriak memaki diriku. Wangi tubuh Hyewon semakin membuatku bernafsu, aku kini menerkam tubuh Hyewon sambil membukai kancing baju seragamnya satu persatu “Awww!!”Hyewon menjerit ketika kutindih tubuhnya , Hyewon meronta – ronta dan berteriak teriak berusaha melakukan perlawanan , aku semakin kuat memeluk pinggang Hyewon yang ramping sambil membenamkan wajahku pada bagian tengah buah dadanya yang sudah terbuka, nafasku memburu , mengendus ngendus harumnya bagian buah dada Hyewon,


mulutku mulai menciumi kesana kemari. Dengan kasar tanganku menarik kedua cup penutup dada Hyewon sehingga buah dadanya tersembul dengan bebas “Awww… kuranggg ajar bambammmmmmm.. kamuuuu hehhhh brengsekk Setann”Hyewon terus meronta – ronta. Mataku sampai berkunang kunang melihat buah dada Hyewon yang halus , putih dan harum dihadapan wajahku, tanpa buang waktu aku langsung menyantap buah dada Hyewon bahkan sesekali aku menggigit dengan gemas buah dada Hyewon yang menjerit kesakitan “Aduhhhhh aww sakit aaakkhh!” Hyewon menjerit dan memakiku tapi aku tidak peduli aku terus melumat sambil sesekali menggigit puting susu Hyewon yang berwarna kemerahan, puting susu Hyewon sudah tegak dan juga bulatan dada Hyewon sudah semakin kencang tanda kalau Hyewon mulai terangsang.

Kepalaku semakin turun dan kini berada di hadapan kemaluan Hyewon yang masih terbungkus kain segitiga putih. Aku menghirup dalam dalam aroma kain itu yang terasa membangkitkan birahiku, lama sekali aku menghirup hirup wanginya daerah kemaluan Hyewon yang aromanya lembut , aku mulai bosan dan ingin melihat penghuni kain segitiga Hyewon dengan sejelas jelasnya maka kedua tanganku berusaha menyentakkan kain itu kebawah

“Ahhh…jangan! Bajingan kau!” Hyewon semakin kuat meronta ronta. Dalam hati aku kagum juga dengan tenaga Hyewon, untungnya aku mengikat kedua tangannya. Wow jantungku berdetak dengan kencang melihat permukaan kemaluan Hyewon yang masih botak (seharusnya Cewe SMP kelas tiga sudah ada bulu jembutnya tapi punya Hyewon belum tumbuh!!!!). Aku menjilat bibir Vagina Hyewon , Hyewon berontak dan terus berontak, aku yang merasa terganggu kini mengikat kedua kaki Hyewon keatas , aku mengikat kedua kaki Hyewon pada tangan Hyewon sehingga kini ia benar – benar merupakan mangsa yang empuk, aku kembali mendekati bagian Vagina Hyewon tanganku mencengkram pinggulnya dan menjilati vagina Hyewon dengan kasar.. sambil berkali – kali aku menghisap kuat – kuat lubang vagina Hyewon semakin kuat aku menghisap semakin kuat Hyewon mengerang dan “Bammbam Brenggg sekkk…. Lepasiinnnnn… Arhhhhhhhh….”Tubuh Hyewon tiba tiba bergetar dengan kuat…. “Cret…… Crot….. Crott”Air kental itu keluar dan meleleh dari sela sela Vagina Hyewon , Hyewon terkulai lemas, tenaganya juga mulai banyak berkurang, keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya. Aku menjilati vagina Hyewon sampai kering dan bersih, setelah itu aku menciumi pangkal paha Hyewon dan mengelus ngelus paha Hyewon yang terasa lembut dan mengasikkan. Dalam pikiran-ku mendadak terlintas sesuatu. Aku ingat waktu aku menonton Film Blue aku melihat pemain pria memasukkan penisnya kedalam vaginanya, kini aku mengarahkannya pada liang vagina Hyewon “Ahhh… jangannn Bam …jangan…ampun… ngakkkk mau” Hyewon kembali menangis dengan tiba tiba. “Udah coba aja dulu… pasti kamu suka koq”Aku menjawab dengan santai sambil menggesek gesekkan kepala kemaluanku pada lubang vagina Hyewon. Aku mulai menekan dengan kuat namun kepala kemaluanku malah terpeleset karena daerah vagina Hyewon terlalu licin tapi aku tidak putus asa aku terus menekan – nekan, setelah mencoba sebanyak 5 kali akhirnya kepala kemaluanku mulai dapat menyelam kedalam jepitan bibir vagina Hyewon “Bambam jangan… ahhh jangannn enggakk!!!!!!”Hyewon benar – benar ketakutan dan ia menjerit jerit.


Jeritan Hyewon malah membuatku semakin mendorongkan penisku sampai terasa ada sesuatu didalam vagina Hyewon yang menahan lajunya kepala kemaluanku. Hmmmmm…. Aku yakin inilah dinding pusaka milik Hyewon yang cuma ada satu satunya didunia dan enggak bisa digantikan atau diperbaiki, aku mengambil ancang – ancang dan “Jrebbb… Jrebb”sekuat tenaga aku menghentak-hentakkankan penisku berusaha menjebol dinding pusaka itu dan berhasil! Sementara Hyewon menangis dengan kencang sampai terisak – isak Aku tetap memompa penisku sambil menciumi Hyewon. Uhhhh…nikmatnya…dan aku semakin kencang memompa – mompa liang vagina Hyewon, lama kelamaan tangisan Hyewon berubah menjadi erangan dan kemudian menjadi desahan desahan dan rintihan. Mata Hyewon yang masih basah memandangiku yang masih terus memompanya dengan kuat sehingga tubuh Hyewon tersentak – sentak diatas ranjang, Hyewon memandangiku dengan tatapan matanya sayu dan kurasakan sinar mata Hyewon menjadi lembut. Aku balas memandanginya mata Hyewon yang terpejam pejam ketika kusentak-sentakkan penisku dengan kuat dan “Serrrrrr…. Crot.. Achhh”


Hyewon menggelepar dalam terkaman nafsu birahiku. Aku menarik keluar penisku dari dalam vagina Hyewon, Aku melihat ada cairan meleleh keluar ketika aku mencabut penisku dan itu adalah cairan kenikmatan Hyewon yang tercampur dengan merahnya darah keperawanan Hyewon. Aku memeluk kuat kuat tubuh Hyewon yang masih terengah – engah karena kecapaian. Benar – benar luar biasa kenikmatan yang bisa kunikmati dari tubuh Hyewon, perlahan – lahan nafas kami berdua berubah menjadi tenang. Aku tersenyum melihat Hyewon yang memandangiku dengan tatapan matanya yang tampak kecapaian, aku bangkit dari atas tubuh Hyewon dan keluar dari dalam kamar Hyewon, dari dalam kulkas aku mengambil sebotol air dingin dan dengan lahap aku meneguk air dingin yang menyegarkan, setelah beristirahat sebentar aku kembali kekamar Hyewon, aku melihat Hyewon yang mengeliat – geliat pertamanya sihhh aku curiga Hyewon hendak melepaskan diri namun Hyewon hanya mengeliatkan tubuhnya.

Hmm…mungkinkah Hyewon merasa pegal karena kuikat? he he hehehe…. Aku mendekati Hyewon kembali lalu aku menyodorkan botol minuman kedekat mulutnya dan Hyewon meminum habis tanpa sisa setetespun. Aku kini membaringkan tubuhku disisi Hyewon tanganku bergerak melepaskan ikatan pada kaki Hyewon dan Hyewon mengeliat – geliatkan tubuhnya , aku membantu memijat mijat bagian pinggul Hyewon yang pasti terasa sangat pegal, terutama pinggul bagian belakang, mataku melirik vagina Hyewon, rupanya Hyewon baru menyadari kalau sedari tadi ia mengangkang sehingga mataku dapat menikmati keindahan Vagina Hyewon yang mengasikkan makanya ia langsung merapatkan kedua paha serapat mungkin dan berusaha menggeser posisi pinggul seakan – akan hendak menyembunyikan wilayah terpenting pada tubuhnya. Aku merasakan penisku kembali tegang kini tanganku meraba – raba ketiak Hyewon dan mulai mendekatkan mulutku pada ketiak Hyewon yang terbuka lebar karena kedua tangan Hyewon kuikat keatas, aku menjilati ketiak Hyewon sampai Hyewon mengeluh dan merintih – rintih kegelian aku berusaha untuk membangkitkan gairah Hyewon , Duhhhh ketiak Hyewon harum dan terasa lembut dilidahku, akupun tidak segan – segan lagi menghisap – hisap ketiak Hyewon dengan agak kasar, sambil menghisap – hisap, tanganku mulai membelai – belai buah dada Hyewon, kuremas buah dada Hyewon dengan lembut,


Hyewon semakin sering merintih – rintih, Aku melihat Hyewon terpejam – pejam dan mulutnya setengah terbuka sehingga menambah cantik wajahnya aku mulai menggeluti tubuh Hyewon tanganku melingkar memeluk pinggang Hyewon dan yang satu lagi memeluk punggung Hyewon.

Aku mendekatkan wajahku pada wajah Hyewon dan langsung mencium bibirnya yang agak terbuka, aku mengisap dengan lembut namun semakin lama hisapanku semakin kuat dan membara “Hmm…Mmmhh”suara mulut Hyewon tersumpal mulutku yang sedang asik menghisap dan mengait – ngait lidah Hyewon, Hyewon agak meronta dan nafasnya semakin memburu rupanya Hyewon mulai kehabisan nafas tapi aku malah semakin kuat memeluk tubuh Hyewon dan semakin kuat menghisap mulutnya aku ingin menghisap dan membersihkan mulut Hyewon yang sering dipakai untuk memakiku. Lama juga aku bertarung mulut dengan Hyewon aku akhirnya melepaskan mulutku dari mulut Hyewon, “Ahh…Hhh…hhhhhhh”Aku melihat Hyewon menarik nafasnya panjang – panjang , mata Hyewon memandangiku dengan tatapannya yang sayu.Aku melepaskan tangannya sebelah kiri dan kemudian yang sebelah kanan, tubuh Hyewon mengeliat dalam pelukanku , aku memijat mijat bagian pundak Hyewon yang pasti terasa pegal, Aku merasa senang berhasil menjinakkan Hyewon yang semula begitu garang melakukan perlawanan, tangannya yang sering dipakai menampar wajahku kini terkulai lemah tanpa tenaga , mulutnya yang sering memakiku kini merintih rintih dan terasa sangat merdu ditelingaku.Aku mulai mempermainkan buah dada Hyewon yang terasa semakin mengeras dan semakin kenyal, jari tanganku juga semakin sering menarik – narik perlahan puting susu Hyewon kemudian kulanjutkan aksiku meremas – remas buah dada Hyewon dengan telapak tanganku berada dibagian bawah buah dadanya yang lembut.


Tanganku kemudian meraba bagian kemaluan Hyewon dan ternyata Hyewon sudah basah, aku lalu menggeser posisiku. Aku berlutut diatas ranjang, kedua tanganku menarik kedua kaki Hyewon dalam posisi mengangkang dan menaruhnya dipundakku sebelah kiri dan sebelah kanan, aku mengeser posisiku sehingga kini kepala kemaluanku berada dihadapan bibir vagina Hyewon, aku menggesek – gesekkan kepala penisku sampai terasa geli karena licinnya bibir vagina Hyewon, aku menekan memasukkan kepala penisku dan bibir vagina Hyewon tanpa banyak komentar langsung menelan kepala penisku , aku memegangi kedua kaki Hyewon dan menghentakkan penisku kuat kuat “Ahhhhhhhhhhhhhh…. “Hyewon menjerit kecil ketika aku menyentakkan penisku kedalam vaginanya selanjutnya aku memacu penisku dengan cepat dan kuat.

“Engggggg… Unghhhh Ahh!”tangan Hyewon menahan perutku dan aku berhenti sambil memandanginya , selanjutnya aku kembali menghajar vagina Hyewon habis – habisan sampai Hyewon menjerit – jerit kecil menahan seranganku yang semakin hebat , tangan Hyewon menggapai – gapai mencari pegangan dan meraih guling sambil memeluk guling itu kuat – kuat, aku terus melakukan serangan serangan dan melesatkan penisku dengan kuat – kuat memanah lubang vagina Hyewon yang semakin lama semakin terasa mengasikkan untuk dipanah


dan “Crottt…. Crrttt….. crrtttt”aku melihat Mata Hyewon terpejam rapat disertai tubuhnya yang menggelepar merasakan rasa nikmat, aku membiarkan Hyewon menikmati rasa nikmat itu sampai tuntas, kemudian aku menurunkan kedua kaki Hyewon , tanganku menarik guling yang sedang dipeluk oleh Hyewon dan melemparkan guling itu kelantai selanjutnya aku menjatuhkan tubuhku dan memeluk punggung Hyewon dan menghentak – hentakkan penisku, kaki Hyewon yang biasanya dipakai untuk menendang tulang keringku kini menjepit tubuhku yang semakin kuat menghentak – hentakkan, kedua tangannya yang tadinya dipakai memeluk guling kini dipakainya untuk memelukku , agak lama aku merasakan pelukan Hyewon semakin kuat dan kedua kakinya semakin kencang menjepit tubuhku , aku mendengar dengar suara – suara yang merdu keluar dari mulutnya

“Engghhh Owwhhh crottttttt…. Crrt”Aku merasakan pelukan Hyewon yang semula kencang kini melemah, aku terus menghentak – hentak dengan kuat karena aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku dan “Crrt.. Croottt”kini gantian aku yang memeluk kuat – kuat tubuh Hyewon, nafasku tersengal-sengal bergabung dengan nafas Hyewon yang juga memburu dengan kencang dan kuat bagaikan sedang habis berlari.

Hari itu aku tertidur sambil menindih tubuh Hyewon dan rasanya sangat menyenangkan, keesokan harinya aku bangun lebih dahulu dari Hyewon yang memang pemalas, Aduhhh!!!!! Begitu turun dari ranjang rasanya kedua kakiku lemas, dengkulku terasa akan lepas dari sendirnya, tiba- tiba aku teringat hari ini hari Rabu , biasanya orang tua angkatku pulang, aku langsung bangkit dan memakaikan pakaian tidur untuk Hyewon yang masih tertidur, setelah beres kini giliranku yang pakai baju….namun aku mendengar suara mobil dari kejauhan dan itu suara mobil orang tua angkatku!!! aku panik dan berlari menuju kamarku dalam keadaan telanjang bulat. Hari Rabu itu Hyewon mendadak demam , aku dimarahi karena tidak menjaga Hyewon dengan baik, aku disuruh menunggu rumah sedangkan orang tua angkatku mengantar Hyewon ke dokter. Hyewon diberi izin untuk beristirahat dirumah sakit oleh dokter, setelah itu, orang tua angkatku langsung pulang meninggalkan Hyewon dirumah sakit, namun naas bagi Hyewon, dia malah kedapatan dokter cabul,lalu dokter itu menutup pintu kamar pasien rapat2, hasilnya sudah dapat ditebak, Hyewon di"garap" habis2an oleh dokter tersebut sampai 3 hari, untungnya sepanjang lorong rumah sakit tempat Hyewon menginap kosong jadi dokter cabul itu bisa leluasa menyetubuhi Hyewon dengan erangan dan rintihan keras.

hari pertama


hari kedua


hari ketiga


Pada hari yang keempat, Hyewon dijemput oleh orangtuanya tanpa emosi, seolah2 apa yang terjadi 3 hari yang lalu dilupakan begitu saja. Kondisi Hyewon berangsur membaik tapi ia masih harus istirahat, kedua orang tuanya harus segera pergi lagi menyelesaikan urusan bisnisnya dan kembali mempercayakan anak gadisnya padaku. Dengan girang aku memasuki ke kamar tidurnya, kubuka perlahan-lahan pintu itu. Hyewon masih tertidur, aku ikut tertidur sebentar. Ia membuka-matanya perlahan-lahan dan wajahnya tersenyum melihat diriku yang berdiri di sampingnya seolah2 sudah tahu bakal disetubuhi olehku.


Setelah itu, persetubuhan terus berlanjut hingga aku sudah mulai masuk kuliah dan Hyewon sudah kelas 1 SMA, dan kamipun berpisah karena tempat kuliahku jauh dari rumah Hyewon dan aku pindah ke kosan dekat kuliah, Semenjak itu, kami masih saling kontak, dan terkadang Hyewon masih mengunjungi kosan aku untuk sekedar bertemu kangen, namun pertemuan itu berlanjut ke persetubuhan yang hot karena sudah lama tidak ketemu.


Dan kami pun istirahat, lalu Hyewon membicarakan perkembangan kuliahku, punya pacar?, dan pertanyaan lainnya yang menjurus "gituan". Setelah itu, kami lanjut lagi ke entah berapa ronde, kami tidak menghitungnya karena birahi kami masing2 sudah meninggi.


Itulah kisahku si anak pungut, jadi anak pungut tidak buruk juga, tergantung kehidupan ortu angkat masing2 dan anaknya hehehe. 


Comments

Popular posts from this blog

*under construction*Skandal di Rumah 2: Pelampiasan Lily

Slutty Doll Chaewon: Diperawani Tukang Becak Langgananku

*under construction*Skandal di Rumah: Nyonya Linda dan Jongosnya