Diperkosa Teman Sendiri

 


Wonyoung adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Dia mempunyai tubuh yang sangat sempurna dan terawat. Tingginya 173 cm, dengan berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai payudara yang sangat indah, bulat dan kencang berukuran 34B. Kulitnya putih dan wajahnya pun sangat cantik. Wonyoung termasuk mahasiswi yang berprestasi di kampusnya. Tidak heran banyak sekali teman prianya yang tertarik kepadanya, namun sampai saat ini Wonyoung masih belum punya pacar.

Pada suatu hari Wonyoung terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.
“Hai, Wonyoung.. mau pulang nih..?”
“Iya..”
“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.
“Boleh..” tanpa rasa curiga Wonyoung mengiyakan.

Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Wonyoung dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.

“Dukk..,” Wonyoung terbangun ketika kepalanya terantuk meja.
Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam. Ketika Wonyoung mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.

“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal Wonyoung bicara dengan Shanty.
“Elo mau apa sih Won..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.
“Apa maksud elo..?” Wonyoung mulai panik.
“Kita mau buat perhitungan sama elo, Won..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri Wonyoung.
“Elo mau apa sih..!” jerit Wonyoung.
“Gue mau liat elo menderita malam ini, Won. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan..” kata Shanty.

Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat Wonyoung terikat tidak berdaya seperti itu.
Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si Wonyoung sepuas kita.”
Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali Wonyoung. Bulu kuduk Wonyoung merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun Wonyoung tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.
Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga Wonyoung, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.

Tidak percaya rasanya Wonyoung mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar, Wonyoung mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai. Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang Wonyoung hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna putih. Rupanya hari itu Wonyoung memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi. Wonyoung memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai Wonyoung lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup. Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu. Wonyoung gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.


Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan Wonyoung untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Wonyoung meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH Wonyoung dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara Wonyoung yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara Wonyoung berwarna merah dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda. Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina Wonyoung. Wonyoung memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini Wonyoung telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.


Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong Wonyoung hingga jatuh terduduk.
“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada Wonyoung untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.
Dengan ketakutan Wonyoung menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian Wonyoung mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai. Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.

Lama kelamaan Wonyoung mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang. Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam Wonyoung kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.

Tubuh Wonyoung kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat Wonyoung kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu. Saat Wonyoung semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki Wonyoung sehingga tubuh Wonyoung menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan Wonyoung, dan mulai mengelus-elus vagina Wonyoung dengan tangannya. Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina Wonyoung, membuat Wonyoung merinding karena rasa geli yang timbul.

Kemudian Angga mulai menjilati vagina Wonyoung dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina Wonyoung membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina Wonyoung. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan Wonyoung juga ikut menikmati sebagian tubuh Wonyoung. Laki-laki yang memegang tangan kanan Wonyoung menjilati dan mengisap puting susu Wonyoung yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan Wonyoung yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara Wonyoung yang satunya. Sambil meremas payudara Wonyoung dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu Wonyoung dengan giginya,


sehingga Wonyoung merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir Wonyoung dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut Wonyoung.

Setelah puas menjilati vagina Wonyoung, Angga kembali berlutut di selangkangan Wonyoung dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Wonyoung. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya, Wonyoung berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya. Melihat Wonyoung yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Wonyoung yang masih perawan. Walaupun vagina Wonyoung sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina Wonyoung yang keluar, namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Wonyoung yang perawan masih sangat sempit. Wonyoung hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.

Sementara itu Angga terus memompa vagina Wonyoung dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Wonyoung yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Wonyoung. Wonyoung hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Wonyoung dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.

Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki Wonyoung ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Wonyoung. Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina Wonyoung kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina Wonyoung, walaupun vagina Wonyoung masih sangat sempit. Kembali vagina Wonyoung diperkosa secara brutal oleh Anto, dan Wonyoung lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan. Namun kali ini Wonyoung tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.

Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Wonyoung. Anto mendempetkan kedua buah payudara Wonyoung dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Wonyoung,


sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Wonyoung. Wonyoung gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Wonyoung. Kemudian Anto menampar payudara Wonyoung yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Wonyoung berwarna kemerahan dan membuat Wonyoung merasa kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh Wonyoung untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat Wonyoung dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Wonyoung yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Wonyoung mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah Wonyoung ke arah penisnya. Kini Wonyoung dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Wonyoung.

Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus Wonyoung dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Wonyoung. Sesekali Leo menampar pantat Wonyoung dengan keras, sehingga Wonyoung merasakan pantatnya panas. Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus Wonyoung dengan cara menjilatinya. Wonyoung merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian Wonyoung kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.

Kini Leo memperkosa anus Wonyoung perlahan-lahan, karena lubang anus Wonyoung masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Wonyoung. Saat Wonyoung berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut Wonyoung, sehingga kini Wonyoung hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh Wonyoung terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara Wonyoung yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Leo menyemburkan spermanya di dalam anus Wonyoung, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut Wonyoung. Wonyoung terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas. Wonyoung hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya. Wonyoung membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Wonyoung.


Kemudian Reza memaksa Wonyoung untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Wonyoung dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Wonyoung, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Wonyoung dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.

Setelah Leo mencabut penisnya dari anus Wonyoung, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Wonyoung mendekat dan menyuruh Wonyoung untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Wonyoung, dan kemudian memaksa Wonyoung untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina Wonyoung. Setelah itu, Wonyoung dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Wonyoung.




Sesekali Irvan menyuruh Wonyoung untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina Wonyoung berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Wonyoung yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Wonyoung diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Wonyoung. Wonyoung kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa Wonyoung. Dia menarik Wonyoung dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Wonyoung disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan. Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat Wonyoung turun, sehingga vagina Wonyoung langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina Wonyoung, masuk semuanya ke dalamvagina Wonyoung, membuat Wonyoung kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Wonyoung merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa Wonyoung untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina Wonyoung dengan leluasa.

Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu Wonyoung dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Wonyoung berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Wonyoung yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung Wonyoung beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Wonyoung tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Wonyoung terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Wonyoung dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Wonyoung menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.

Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Wonyoung dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Wonyoung tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir Wonyoung dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Wonyoung, Iwan terus menggenjot vagina Wonyoung. Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Wonyoung dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Wonyoung. Kemudian dia menarik tangan kanan Wonyoung dan memaksa Wonyounguntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina Wonyoung. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Wonyoung dengan kasar, membuat vagina Wonyoung semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Wonyoung dan memaksa Wonyoung untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa Wonyoung untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara Wonyoung menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Wonyoung sudah rata oleh sperma milik Eka.

Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Wonyoung di vagina, anus maupun mulut Wonyoung. Mereka juga meremas-remas payudara Wonyoung dan mencubit serta menggigit puting susu Wonyoung keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat Wonyoung sudah penuh oleh sperma. Bahkan kedua buah payudara Wonyoung kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung Wonyoung juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.

Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya Wonyoung tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa Wonyoung untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.
“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.
Shanty memberikan pisau cukur kepada Wonyoung dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi. Wonyoung tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri Wonyoung mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya. Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Wonyoung tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.

Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Wonyoung mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina Wonyoung terasa panas dan perih saat Wonyoung menyentuhnya. Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Wonyoung lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa Wonyoung sudah sangat terangsang.


Wonyoung mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya Wonyoung mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh Wonyoung kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina Wonyoung mengalir keluar dengan derasnya. Wonyoung tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.

Belum pernah sebelumnya Wonyoung mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya Wonyoung merasa terangsang, Wonyoung menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.

Setelah mengalami orgasme, Wonyoung hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur. Di sekitar vagina Wonyoung terlihat bercak-bercak merah darah perawan Wonyoung dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya. Wonyoung masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun Wonyoung juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya. Wonyoung tidak mampu bergerak lagi.

Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa Wonyoung lagi. Kali ini Wonyoung tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya. Wonyoung seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus Wonyoung yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali. Mereka juga memaksa Wonyoung untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan Wonyoung diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus Wonyoung secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara Wonyoung.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman Wonyoung terhadap tubuh Wonyoung. Kali ini Wonyoung tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama. Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya, Wonyoung akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Wonyoung telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.

Ketika Wonyoung terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang. Kedua tangan Wonyoung terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika Wonyoung mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali. Vagina dan kedua puting susu Wonyoung juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd: Wonyoung.


Wonyoung membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering. Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.

Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya. Wonyoung berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya. Wonyoung sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya. Namun ketakutan Wonyoung menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh Wonyoung di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut Wonyoung, membuat Wonyoung kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu Wonyoung kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.

“Wah, inikan si Wonyoung, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.
Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”



“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”
“Ayo cepet kita perkosa aja.. Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”
Wonyoung hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya.. jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya..”
Namun mereka tidak peduli dengan rintihan Wonyoung dan tetap melancarkan aksinya.

Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu Wonyoung hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh Wonyoung dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah Wonyoung dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya. Disemprot air dingin seperti itu, Wonyoung terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan Wonyoung, mengangkat tubuh Wonyoung dan mendekapnya dari depan dan belakang. Wonyoung kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki. Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus Wonyoung secara bersamaan. Wonyoung diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.

Sementara itu orang yang berada di depan Wonyoung menciumi bibir Wonyoung dengan paksa, dan orang yang berada di belakang Wonyoung meremas-remas kedua payudara Wonyoung dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Wonyoung. Orang yang memperkosa vagina Wonyoung menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina Wonyoung, sehingga Wonyoung dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.


Setelah itu, Wonyoung dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian. Wonyoung juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ, Wonyoung kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya. Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus Wonyoung, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus Wonyoung dengan paksa, membuat Wonyoung meronta-ronta kesakitan.

Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Wonyoung, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh Wonyoung dan memaksa Wonyoung untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Wonyoung tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini Wonyoung tidak dapat lagi menahan orgasmenya. Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.

Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut Wonyoung, Wonyoung kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh Wonyoung kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Sperma dan cairan vagina Wonyoung yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus Wonyoung. Dari mulut Wonyoung juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh Wonyoung.


Wonyoung hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ. Wonyoung kembali diperkosa secara bergantian oleh satpam, tukang parkir, dan dua orang dosennya, bahkan tukang nasi goreng, tukang bakso, tukang anter paket, tukang ojek/gojek driver yang lewat pun ikut memperkosanya.


Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh Wonyoung. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh Wonyoung dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok. 


Wonyoung tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina Wonyoung terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan. Wonyoung sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya Wonyoung kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.

Total Wonyoung telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan Wonyoung yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya, Wonyoung tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video Wonyoung yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang. Wonyoung lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu, Wonyoung tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari.

Comments

Popular posts from this blog

*under construction*Skandal di Rumah 2: Pelampiasan Lily

Slutty Doll Chaewon: Diperawani Tukang Becak Langgananku

*under construction*Skandal di Rumah: Nyonya Linda dan Jongosnya