Nayeon, Siswi Budak Seks 2
Besoknya jam 10 .50 pagi , pintu kantornya di ketuk . Dan Nayeon masuk menemui pak Solihin . “ Ah Nayeon , sayang kamu tepat waktu , “ kata pak Solihin, sambil melihat jam tangannya .
Lalu pak Solihin , duduk di sofa . Nayeon masih berdiri , terpaku . Dia menunggu dan menebak kira kira apa perintah gurunya .
“ Nayeon , kamu boleh pilih , mau aku entot , apa kulum ******Ku sampai aku keluar..” kata gurunya . Nayeon diam dan menjawab pelan “ saya kulum punya bapak saja..” .
“ Ok , tapi kamu buka rok kamu yah , saya mau lihat celana dalam kamu..” kata pak Solihin lagi . Nayeon membuka roknya . “ Nayeon , kemarin celana dalam kamu putih , hari ini juga putih , apa kamu tak punya celana dalam warna lain.. “ tanya pak Solihin . Nayeon diam , dan mengeleng .
Lalu pak Solihin membuka celananya sebatas lutut , berikut kolornya . ****** besarnya sudah ngaceng keras . “ Ayo , kulum ******Ku.” Perintahnya .
Nayeon berlutut , dan menjilati ujung penis pak Solihin . Pak Solihin , mendesah kenikmatan . “ iyah , benar begitu , oh enak sekali lidah kamu , sayang…” .
Nayeon terus saja menjilat , tapi tidak memasukan dalam mulutnya . Pak Solihin mulai gusar “ Nayeon , ayo kulum , masa mesti di paksa sih..” katanya.
Mau tak mau Nayeon membuka lebar lebar mulutnya dan mengulum penis pak solihin . “iyah , begitu dong , sedot dong ” . Lalu pak Solihin mengerakan pantatnya . Penis itu seperti menonjok nonjok kerongkongannya , membuat Nayeon tesedak beberapa kali .
Tapi pak Solihin tak peduli , dan terus melakukan itu . Saat pak Solihin hampir mendekati klimak , Pak Solihin mencabut penisnya . Dan mendudukkan Nayeon di sofa Lalu pak Solihin menyibak celana dalam putihnya .
Nayeon protes “ pak saya sudah kulum , jangan di masukin..” . Pak Solihin berkata “ tenang Aku cuma gesek gesek doang “ . Lalu mulai mengesek kepala penisnya di klitoris Nayeon .
Begitu sudah mencapai klimak , ujung penis itu di tekan masuk ke liang vagina Nayeon Membuat Nayeon menjerit “ aduhhh , pak jangan..” . Lalu Nayeon merasa liang vaginanya penuh dengan cairan hangat .
Tangan pak Solihin , merogoh kantong bajunya , dan mengambil carefree yang sudah di siapkan sebelumnya . Lalu Ujung penisnya di cabut , lalu dengan cepat carefree , itu di taruh di vaginanya . Setelah itu celana dalam Nayeon di rapikan kembali .
“ Nayeon , memek kamu penuh dengan pejuKu , awas jangan di cuci , aku mau memek kamu basah dengan pejuku , ha ha ha..” . kata pak Solihin .
Nayeon bengong , tak mengerti sifat aneh gurunya. “ tapi pak , kalau saya mau pipis bagaimana..? “ Nayeon sedikit protes .
“ Kamu mesti tahan , kalau sudah benar benar tidak tahan kamu ke mari , dan pipis di sini..” kata pak Solihin sambil tertawa .
Bel berbunyi , tanda di mulainya jam pelajaran . Nayeon memakai kembali roknya , lalu segera berlalu untuk masuk ke kelas .
Pada jam 3.00 , bel istirahat berbunyi tapi Nayeon belum ke kantor pak Solihin . Tapi pada istirahat kedua , pukul 4.30 sore Nayeon kembali datang ke ruang pak Solihin .
“ Pak , saya sudah tak tahan kebelet mau pipis, izinkan saya ke WC pak..” pinta Nayeon . Pak Solihin tertawa . “ tidak , kamu pipis di sini dan berdiri pipisnya “ . Pak Solihin memberinya ember platik .
Nayeon yang sudah kebelat , langsung membuka celana dalamnya , lalu berdiri . Yang pertama kali keluar ialah cairan putih , spema pak Solihin yang sudah encer . Dan di susul cairan kekuningan , pipis Nayeon .
Pak Solihin memberinya tisuue untuk melap vaginanya .Setelah itu , Pak Solihin melepas carefree yang basah dari celana dalamnya , dan memakaikan celana dalamnya kembali .
“ bagus Nayeon , kamu murid yang baik , ha ha ha…” kata pak Solihin . Lalu Nayeon hendak meninggalkan ruang pak Solihin . Tapi pak Solihin menarik tangannya . “ Nayeon tunggu , duduk dulu di sofa itu “ kata pak Solihin
“ Tapi pak sebentar lagi , saya harus masuk kelas “ kata Nayeon . “ Nayeon ,kamu lupa yah, habis istirahat ini jam pelajaran matematika , itu jam saya mengajar di kelas
Nayeon akhirnya duduk di sofa itu . Pak Solihin meraih kedua kaki Nayeon dan membukanya, membuat nafas Nayeon kembali tersentak. Tetapi teringat akan hukuman yang ia akan dapatkan , kalau melawan, maka ia sama sekali tidak melawan perbuatan gurunya.
Sekarang ia terduduk di sofa dengan kaki terbuka, dan rok mini biru nya dengan sendirinya terangkat sampai ke pinggangnya. Pak Solihin membuka sebuah laci dan mengambil sebuah dildo – sebuah benda berbentuk penis yang terbuat dari karet keras – berwarna hitam. "Tetap buka kaki kamu Nayeon “ , perintah gurunya
Pak Solihin menyibak celana dalamnya lalu mulai mendorong dildo itu agar masuk ke vagina Nayeon. Nayeon mengerang beberapa kali, dan, dildo sepanjang 10 senti itu masuk seluruhnya ke dalam liang vagina Nayeon.
Lalu Pak Solihin juga menempelkan carefree yang baru , di celana dalam Nayeon . Dan merapikan kembali celana dalam Nayeon . dildo itu sekarang berada di liang vagina Nayeon dangan mantap .
dildo itu bekerja dangan remote control . Ketika tombol on di tekan , dildo itu bergetar dan berputar . “ ohh oh aghh…” Nayeon tersentak . Pak solihin menekan tombol off dan bertanya “ apa yang kamu rasakan Nayeon..”.
Nayeon tak menjawab . dia menunduk .
D
an pak Solihin menekan tombol on lagi . Dan Nayeon tersentak lagi “..oohhh…” . Dan menekan tombol off lagi , “ Nayeon apa rasanya..” tanya pak Solihin lagi. “ Ah.. anu.. memek saya seperti di korek korek pak.. “ jawab Nayeon.
Pak Solihin tertawa “ ha ha ha kamu suka Nayeon..” . Nayeon diam menunduk dan Pak Solihin tertawa .
"Nayeon, jam pelajaran ini memek kamu bakalan basah, dengan begitu dildo yang ada di dalam vagina kamu juga akan basah.” Katanya lagi . Nayeon hanya diam , dia akan di permalukan gurunya di depan teman teman .
“ Dan Nayeon , apapun yang terjadi kamu tak boleh ke WC..” kata pak Solihin lagi .
“ Teng , teng , teng” bel berbunyai , tanda istirahat telah selesai , waktunya kembali ke kelas .
“ nah Nayeon sayang , ayo jalan ,masuk kelas..” kata pak Solihin . Nayeon berdiri , dan berjalan Nayeon agak sudah berjalan , karena ada dildo yang menganjal di vaginanya . Pak Solihin hanya tersenyum, sambil berjalan di belakang Nayeon.
Begitu tiba di kelas , Nayeon langsung duduk di bangkunya . Dan Pak Solihin juga masuk ke kelas . “ selamat sore anak anak..” . kata pak Solihin . “ Sore pak…” begitu sambut murid muridnya .
“ pelajaran kita sampai di mana yah..” tanya pak Solihin pada murid muridnya . Pak Solihin pun mulai mengajar . Matanya melihat ke Nayeon . Nayeon sedang melihat buku matematikanya .Dan tiba tiba pak Solihin menekan tombol on . Membuat dildo itu bergetar dan berputar di liang vagina Nayeon .
Tanpa sadar Nayeon menjerit tersentak “ aghhhh… …..” . Teman teman menengok ke Nayeon . “ eh kamu kenapa Nayeon “ , tanya seorang temannya. “ eh , anu perutku sakit..” kata Nayeon . “ Eh anak anak , ayo sudah belajar , perhatikan buku masing masing..” kata pak Solihin.
Murid murid itu kembali melihat buku matematikanya ,dan mengerjakan soal latihan
Sementara , Nayeon mengigit bibirnya , merasakan sensasi , getaran dildo itu , berputar cepat di liang kewanitaannya. Pak Solihin terus menatap Nayeon . Nayeon juga menatap pak Solihin . Terlihat Nayeon mengigit bibirnya sendiri , dan tangan Nayeon mengepal , menahan nikmat .
Pak Solihin lalu berjalan ke papan tulis , dia menulis satu soal matematika. Dan kembali duduk di kursinya . Lalu mematikan dildo di vagina Nayeon , dengan menekan tombol off , di remotenya . Nayeon agak tenang “ Nayeon coba ke depan kerjakan soal di papan tulis itu..” perintah pak Solihin .
Nayeon perlahan bangun , dan berjalan pelan ke papan tulis . Dan pak solihin menekan tombol on . “ ohhh….” Nayeon tersentak dan memegang vaginanya . Kembali murid murid melihatnya . Nayeon berjalan pelan , Nayeon semakin sulit berjalan bila dildo itu bergetar
Dan kembali pak Solihin mematikan dildo itu . Dia berdiri di depan papan tulis memegang spidol , dan tak mengerjakan apa apa . “ Nayeon kenapa tak bisa..” tanya pak Solihin . Tiba tiba ada yang nyeletuk “ dia mana bisa , bisa cuma pacaran..” . Murid lain tertawa tawa .
“ Anak anak tenang..” kata pak Solihin . Lalu Pak solihin menghidupkan dildo itu . Kembali Nayeon tersedak , “ ohhhh…..” . Pak Solihin terus membiarkan dildo itu bergetar, Nayeon berdiri dengan kaki terbuka lebar . Tubuhnya gemetar , sebelah tanganya tertumpu di papan tulis . Kepalanya menunduk .
Pak Solihin terus memperhatikan ,Nayeon . Kakinya kejang , dan tubuh terus bergetar Nayeon terus berdiri sampai kira kira 10 menit , Miila Akhirnya berteriak “ aghhhh saya tak tahan pak , ampunn…” . Lalu Dia jangkok dan menangis tersedu sedu .
Mata semua murid murid tertuju ke Nayeon.
Pak Solihin segera mematikan dildo itu . Lalu Menghampiri Nayeon . Memegang tanganya dan Nayeon berdiri masih terisak menangis .” Ayo kembali duduk di bangku kamu .” kata pak Solihin .
“ anak anak , lihat tingkah laku kalian , kalian meledek Nayeon sampai dia menagis “ kata pak Solihin .
Dan tak lama terdengan bel , tanda usai sekolah .
Mudir murid berteriak gembira . Lalu berebut keluar kelas . “ Hi anak anak , jangan lupa mengerjakan PR yah..” pesan pak Solihin . Nayeon masih terduduk di bangkunya . Dan ketika semua murid sudah keluar , Dan tak ada orang lagi pak Solihin menghapirnya .
Pak Solihin membelai rambut Nayeon . “ Nayeon , ayo ke ruangKu..” kata pak Solihin . Nayeon berjalan mengikuti gurunya .
Setelah di ruang itu Nayeon langsung duduk di Sofa . Dia duduk melebarkan kakinya . Pak Solihin menghapirinya , lalu melepas celana dalamnya . Dan menemukan carefree yang basah sekali .
Lalu perlahan mencabut dildo itu dari liang vagina Nayeon . Lalu Segera lidah pak Solihin menyapu bibir vagina Nayeon . Nayeon mengelijing. Dan tangan Nayeon segera melebarkan bibir vaginanya . Sehingga klitorisnya yang bengkak terlihat jelas .
Pak Solihin tersenyum, “ wah , memek eloe pasti sudah gatel banget yah “ . Dan mulai menjilati klitoris Nayeon .
Nayeon mendesah nikmat , merasakan jilatan lidah gurunya di klitorisnya . Pak Solihin terus menjilati klitorisnya , Tak lama Nayeon mengajang “ ohhhh……” . Tubuhnya gematar , berkejet kejet , Nayeon orgasme di buat gurunya .
Setelah beberapa saat , pak Solihin membuka celananya , ****** besarnya ngaceng keras , Dan segera di arahkan ke vagina Nayeon .
“ jangan pak , jangan saya takut ” kata Nayeon . “ Nayeon kamu curang yah , kamu sudah saya puaskan , masa saya tak boleh entotin kamu..” kata pak Solihin . Sambil mengesek ujung penisnya di vagina Nayeon. Yang menbuat Nayeon mengelijing
“ Jangan pak saya kulum saja..” kata Nayeon . Pak Solihin cuma tertawa . Dan Nayeon menjerit keras “ AHGGGG sakittt…” . Ketika dengan tiba tiba pak Solihin menekan masuk , seluruh batang penisnya ke liang vagina Nayeon .
Pak Solihin bernafsu sekali , dan terus bergoyang dan menghentak keras di liang vagina Nayeon. Nayeon menjerit jerit kesakitan . Kembali liang vagina Nayeon di paksa membuka lebar oleh penis besar gurunya. Rasa nyeri kembali mendera Nayeon.
Nayeon kembali menjerit kesakitan . setelah kira kira 10 menit , Dan suara Nayeon semakin parau , Pak Solihin pun , sudah tak bisa menahan nafsunya , lalu memuntahkan spremanya di liang kewanitaan Nayeon.
Perlahan mencabut penisnya . Vagina Nayeon terlihat memerah agak memar . Hari ini Nayeon merasa sangat sakit . Karena pak Solihin menyetubuhi ABG ini , secara cepat dan kasar
Setelah diam beberapa saat Nayeon memakai kembali celana dalamnya . Lalu Dia berjalan pelan , tertatih , karena rasa nyeri di vaginanya . Pak Solihin cuma tertawa “ Nayeon , sakit yah..” . Nayeon Diam dan terus berjalan pelan , keluar pintu .
“ Nayeon tunggu , mau saya antar pulang..” kata pak Solihin .
Nayeon tak menjawab , dia terus berjalan . Lalu pak Solihin menyusulnya dan menarik tangannya . “ tidak usah pak saya bisa pulang sendiri..” katanya.
Lalu pak Solihin membiarkan dia pergi .



Comments
Post a Comment